bendera

Kamis, 03 September 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


Tidak Bisa lagi Berkelit Idrus Marham Resmi Ditahan KPK dalam Kasus Suap PLTU Riau 1


Abdul Jabar,    31 Agustus 2018,    20:02 WIB

Tidak Bisa lagi Berkelit Idrus Marham Resmi Ditahan KPK dalam Kasus Suap PLTU Riau 1

Jakarta – Banyak pihak mengatakan bahwa Idrus Marham mestinya sejak dulu sudah masuk bui lantaran banyak kasus yang menjeratnya, namun dengan kelihaiannya Idrus selalu lolos dari jeratan hukum. Masyarakat Indonesia mungkin sudah lupa bagaimana dahulu jaman era orde baru Idrus mengakali impor gula dengan Bulog di jaman Kabulog Bustanil Arifin.


Namun kali ini Mantan Sekretaris Jenderal Golkar ini tidak bisa lagi berkelit dengan bukti-bukti yang menjeratnya dalam kasus proyek PLTU Riau 1 . Pada hari Jumát ini 31 Agustus 2018 Idrus resmi ditahan KPK menyusul rekannya Erni Saragih yang sudah terlenih dahulu ditahan.

Pria yang telah mundur dari jabatan menteri sosial itu tampak keluar dari Gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye sebagai tanda tahanan lembaga antirasuah tersebut.

Ia keluar sekitar pukul 18.20 WIB, dan langsung menaiki mobil. Idrus selanjutnya dibawa ke Rutan Gedung KPK.


"IM ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di K4," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Siang tadi, Idrus datang ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus yang juga telah menjerat anggota DPR dari fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih

Dalam kasus ini, Idrus bersama-sama Eni diduga menerima hadiah atau janji dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes B Kotjo.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait dengan penerimaan uang oleh Eni dari Kotjo, yakni sekitar November-Desember 2017 sebesar Rp4 miliar dan Maret-Juni 2018 sekitar Rp2,25 miliar.

Dia juga diduga berperan mendorong agar proses penandatanganan Purchase Power Agreement (PPA) dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1. Proyek tersebut kini dihentikan sementara usai KPK mengusut kasus suap ini.

Tak hanya itu, Idrus pun diduga menerima janji mendapatkan bagian yang sama seperti jatah Eni Saragih sebesar US$1,5 juta dari Kotjo. Uang itu akan diberikan bila Idrus berhasil membantu Kotjo mendapat proyek PLTU Riau-1 senilai US$900 juta.

Eni sendiri disebutkan mengajukan diri menjadi justice collaborator dalam kasus ini kepada KPK.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS