bendera

Kamis, 03 September 2026    03:26 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


Anggota KPK Gadungan Peras Kelompok Ternak Sapi Rp 37 Juta


Abdul Jabar,    29 Agustus 2018,    17:15 WIB

Anggota KPK Gadungan Peras Kelompok Ternak Sapi Rp 37 Juta

Bantul - Sebenarnya aksi penipuan yang dilakukan oleh Ridisyanto (40) ini sukses. Mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lengkap dengan membawa lencana bertuliskan KPK serta sejumlah dokumen pendukung lainnya dia berhasil membawa uang Rp 37,5 juta dari kelompok ternak sapi di Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Namun aksi Risdiyanto terhenti saat hendak melakukan hal serupa di Bambanglipuro, Bantul. Dia ditangkap warga dan polisi saat meminta uang di kelompok sapi setempat. Saat ini anggota KPK gadungan ini harus merasakan dinginnya ruang tahanan Polres Bantul untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan kepada wartawan menjelaskan, peristiwa penipuan yang dilakukan Risdiyanto bermula ketika yang bersangkutan mendatangi peternak Sapi di Sedayu pada 14 Juni 2018 silam. "Di sana pelaku yang mengaku sebagai anggota KPK seolah-olah mengecek bantuan sapi," kata Sahat dalam jumpa pers di lobi Polres Bantul, Rabu (15/8/2018).

Kelompok sapi di Sedayu memang mendapatkan bantuan Rp 500 juta dari pemerintah yang dibelikan sapi sebanyak 68 ekor. Belakangan diketahui sapi yang ada saat ini tinggal 40 ekor karena ada yang mati atau pun dijual. Kondisi inilah yang digunakan pelaku untuk menekan kelompok tani. "Awalnya mereka dimintai Rp 10 juta namun warga hanya sanggup memberi Rp 1,5 juta. Uang ini katanya untuk menghentikan kasus agar tidak lanjut," kata perwira dengan dua melati di pundak ini.


Selain meminta uang Rp 1,5 juta, pelaku juga meminta Rp 36 juta dengan alasan sebagai pengembalian kerugian negara. Semua uang itu diberikan tunai disertai dengan tanda bukti penerimaan atau kuwitansi.

Merasa aksinya aman, pelaku kembali mendatangi kelompok tani. Kali ini sasarannya kelompok tani di Bambanglipuro. Sama dengan yang di Sedayu, pelaku kembali mengaku sebagai anggota KPK. Di tempat ini pelaku meminta uang Rp 30 juta kepada kelompok tani. Masyarakat yang resah atas ulah pelaku ini kemudian lapor kepada polisi dan mengamankan pelaku.

"Setelah kami amankan kami kemudian berkoordinasi dengan dinas terkait ternyata ada keterangan bahwa sudah ada yang jadi korban di Sedayu tadi," katanya.

Saat jumpa pers tersebut, pelaku yang juga dihadirkan oleh petugas ngotot bahwa dirinya adalah anggota KPK. Dirinya sempat menyela pernyataan Kapolres sambil menunjuk sebuah surat dari kertas berwana kuning yang dihadirkan sebagai barang bukti. Dalam surat dengan kop Kementerian Dalam Negeri tersebut Rusdiyanto disebutkan sebagai calon pegawai tidak tetap dalam masa percobaan anggota KPK yang diperbantukan untuk Korwil DIY.

Sejauh ini, lanjut Sahat, polisi baru menjerat pelaku dengan tentang penipuan. Tak menutup kemungkinan penyidik juga akan menjerat dengan pasal pemerasan dan pemalsuan terkait pengakuannya sebagai anggota KPK. "Kita akan cek benar tidak pelaku ini sebagai anggota KPK. Kalau bukan akan kita tambah pasalnya dengan pasal pemalsuan," katanya.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS