bendera

Kamis, 03 September 2026    08:19 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


Seniman Corong Cermin Dari Suatu Negara


Lian,    23 April 2021,    05:08 WIB

Seniman Corong Cermin Dari Suatu Negara
Seniman Corong Cermin Dari Suatu Negara

Jakarta-mediaindonesianews.com: Sungguh miris dan prihatin melihat para pekerja seni Indonesia yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah terkait kesejahteraan. Bahkan banyak hak-hak para pekerja seni diabaikan bahkan dilanggar.


Seniman Corong Cermin Dari Suatu Negara

Ketua LBH Serikat Pemersatu Seniman Indonesia (SPSI), Stefanus Gunawan, SH., M.Hum berpandangan bahwa seniman itu cermin atau corong dari suatu Negara, pekerja seni atau seniman Indonesia itu luar biasa, namun karya-karyanya belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“banyak seniman yang sudah legendaris baik itu seniman musik, lukisan, patung, tari dan lainnya hidup kesehariannya “memprihatinkan”, beda dengan di luar negeri, Negara berperan sekali  memperhatikan  kalau orang musisi  menciptakan lagu satu saja  dan itu hits,  itu  keturunannya sampai anak-anaknya sudah sejahterah. Sementara disini (Indonesia) berbanding terbalik, kehidupan mereka susah perekonomiannya, bahkan para pelukis, tari, penyanyi banyak secara ekonomi kehidupannya belum layak, padahal seniman itu ‘corong’ suatu Negara dan saya melihat bahwa Negara belum memberikan perlindungan secara maksimal,” paparnya kepada mediaindonesianews.com di ruang kerjanya, Kamis (22/4).

Menurut Stefanus, lahirnya LBH SPSI atas dasar gagasan dari Benny Ashar, seorang pencipta lagu-lagu hits yang pernah menerima 9 Golden records dan 2 Platinum melihat kondisi seminan yang kurang beruntung.


Seniman Corong Cermin Dari Suatu Negara

“beliau meminta pendapat agar para seniman mendapatkan hak dan perlindungan hukum, maka pada tanggal 6 Januari 2021 terbentuklah Serikat Pemersatu Seniman Indonesia (SPSI) dengan slogan “Seniman Setia NKRI” dan bertekad untuk menjadi salah satu pilar atau sebagai pandu Ibu Pertiwi. Organisasi tersebut sudah mempunyai legalitas sah berbadan hukum,”katanya. 

SPSI mempunyai visi misi melalui organisasi ini bisa melindungi hak-hak para pekerja seni, tidak ada lagi seniman-seniman ditangkapi Satpol PP karena bernyanyi di jalan, membuat lukisan patung di pinggir-pinggir jalan, ini sangat miris sekali.

Sebagai pengacara Stefanus peduli melihat para seniman dengan berupaya untuk mempersatukan mereka dalam satu wadah yaitu SPSI serta mencoba menunjukan kepada dunia bahwa seniman Indonesia itu luar biasa dan mempunyai hasil karya cipta yang sangat luar biasa juga dan tidak diragukan di dunia Internasional.   

“Maka dari itu saya peduli dan prihatin, akhirnya bersama seniman-seniman Indonesia senior  berhimpun dalam satu wadah SPSI untuk memperjuangkan hak-haknya dan perlu diingat, para seniman paling gampang untuk dikumpulkan. Jadi seniman ini cermin dari suatu bangsa, intinya siapa yang bisa mempersatukan bangsa ini yaitu para seniman, seniman ini mengumpulkan semua elemen dan ini suatu potensi yang luar biasa dan perlu di perhatikan betul-betul oleh pemerintah, negara harus hadir untuk para pekerja seni serta melindungi hak-haknya,” pintanya.  

Stefanus menegaskan bahwa, diharapkan pemerintah serius meperhatikan kesejahteraan para pekerja seni dan meminta agar ada Kementerian khusus untuk seniman. Sedangkan dari aparat penegak hukum harus memberikan perlindungan, baik dari pembajakan, royaltie dan lain sebagainya juga harus diperhatikan, hal ini sebagai simbo bahwa negara hadir untuk melindungi  dan memberikan pengawasan kepada para seniman agar tidak merasa terpinggirkan.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa organisasi SPSI dan seniman Indonesia luar biasa, namun sekarang ini bagaimana untuk mengangkat derajad para seniman ini dan untuk itu negara harus hadir untuk kesejahteraan mereka. Seniman itu suatu kekayaan negara yang tak ternilai harganya” pungkasnya. (lian)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Baturaja - Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada latihan taktis dan tempur multinasional, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial dan
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera

MEDIA INDONESIA NEWS