bendera

Kamis, 03 September 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


Senderan Proyek di Ungasan Runtuh, Dua Pekerja Meninggal Dunia


JroBudi,    24 Januari 2026,    00:47 WIB

Senderan Proyek di Ungasan Runtuh, Dua Pekerja Meninggal Dunia
Istimewa

Badung-Mediaindonesianews.com: Kecelakaan kerja fatal terjadi di sebuah proyek konstruksi di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (23/1) siang. Senderan tembok penahan tanah dilaporkan ambrol dan menimbun para pekerja yang tengah beraktivitas di lokasi proyek, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.


Senderan Proyek di Ungasan Runtuh, Dua Pekerja Meninggal Dunia

Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Farhan dan Shohibul Hasan (25). Sementara satu korban selamat, Muhammad Waki, saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan proses evakuasi korban berlangsung sulit karena kondisi medan di lokasi kejadian sangat berisiko.

“Medan di lokasi sangat berbahaya. Struktur tanah masih labil dan ditemukan banyak retakan, sehingga tim harus ekstra hati-hati saat melakukan evakuasi,” ujar Sidakarya.


Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat untuk menyingkirkan material longsoran. Salah satu korban, Shohibul Hasan, baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.00 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

Insiden tersebut memunculkan sorotan terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek konstruksi, khususnya yang berada di kawasan dengan kontur tanah labil. Saat kejadian, para pekerja diketahui berada di bawah area senderan yang kemudian runtuh secara tiba-tiba.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi di lokasi. Penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya senderan tembok serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku usaha konstruksi agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama pada proyek-proyek yang memiliki tingkat risiko tinggi, guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di kemudian hari. (JroBudi)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS