bendera

Kamis, 03 September 2026    06:06 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


HGU PT. Hindoli Kembali Membara, Ilegal Drilling Kian Tak Terkendali


Hadi,    05 Oktober 2025,    19:50 WIB

HGU PT. Hindoli Kembali Membara, Ilegal Drilling Kian Tak Terkendali
istimewa

Muba-Mediaindonesianews.com: Aktivitas illegal drilling di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT. Hindoli, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kembali memicu kebakaran hebat pada Minggu (05/10). Kobaran api melalap area pengeboran minyak ilegal dan sekitarnya, menambah panjang daftar insiden serupa yang telah berulang puluhan kali dalam beberapa bulan terakhir.


HGU PT. Hindoli Kembali Membara, Ilegal Drilling Kian Tak Terkendali

Ironisnya, meski kebakaran demi kebakaran terus terjadi, praktik penambangan minyak ilegal di lahan tersebut justru semakin menjamur. Sumber di lapangan menyebutkan, kegiatan tersebut diduga kuat dilindungi oleh oknum aparat yang “bermain mata” dengan jaringan mafia minyak.

“Sudah sering terbakar, tapi tidak pernah ada pelaku utamanya yang dijadikan tersangka. Sepertinya ada yang melindungi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (05/10).

Kebakaran terbaru itu diduga dipicu oleh gesekan antara batu dan pipa minyak saat proses pengambilan minyak berlangsung. Percikan api yang timbul langsung menyambar tumpahan minyak mentah di sekitar lokasi, sehingga api cepat membesar.


“Prosesnya cepat sekali. Begitu ada percikan, api langsung membesar. Pekerja panik dan lari menyelamatkan diri,” tambah warga tersebut.

Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa atau luka akibat peristiwa itu. Namun, sejumlah saksi mata menyebut banyak pekerja yang berlarian saat kebakaran terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Kapolsek Keluang IPTU Alvin Adam Armita Siahaan dan Kanit Intel Ishar, yang disebut-sebut menjadi pihak yang berwenang memberi pernyataan, tidak mendapat respons meski telah dihubungi berulang kali.

Fenomena illegal drilling di kawasan HGU PT. Hindoli telah lama menjadi sorotan publik. Aktivitas ini tidak hanya merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga, tetapi juga menimbulkan kerugian besar bagi negara akibat kebocoran sumber daya minyak mentah.

Pemerhati lingkungan di Muba mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan transparan dalam mengusut praktik ilegal ini.

“Kalau dibiarkan terus, ini bukan hanya masalah ekonomi bawah tanah, tapi juga ancaman serius bagi keselamatan masyarakat dan reputasi hukum kita,” tegas salah satu aktivis lingkungan lokal. (Hadi)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS