bendera

Kamis, 03 September 2026    06:54 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


Warga Keluhkan Limbah Peternakan Babi Cempaga


JroBudi,    02 Juli 2025,    11:27 WIB

Warga Keluhkan Limbah Peternakan Babi Cempaga
istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Warga Desa Adat Cempaga, Kelurahan Cempaga, Bangli mengeluhkan limbah bau tak sedap yang keluar dari peternakan babi, selain itu warga juga mempertanyakan Izin Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)


I Wayan Sumariana, salah satu warga yang berusaha di sekitar peternakan tersebut mengungkapkan bahwa, bau tak sedap menggenang di jalur jurang yang dekat dengan tempatnya berusaha di samping penampungan air PDAM. Hal itu disebabkan dampak dari pembuangan limbah ke jurang dan ini membuat warga sekitar dan pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut merasakan bau tak sedap.

"Dampak dari limbah kotoran di jurang belakang tempat pemotongan itu membuat kami-kami ini yang merasakan langsung, apalagi saat musim penghujan," katanya.

Lebih lanjut Sumariana mengatakan bahwa, selain pencemaran udara dari bau yang tak sedap, limbah itu juga mencemari air disaat musim penghujan, jurang tersebut akan terisi air dan mengalir sampai ke sungai Yeh Bulan.


“sungai Yeh Bulan masih digunakan warga untuk melakukan aktivitas mandi dan mencuci pakaian.” ujarnya

Atas informasi tersebut awak media mencoba menkonfirmasi pengelola tempat pemotongan hewan tersebut, ironisnya, alih-alih mendapatkan izin, para awak media ditolak dengan alasan belum mendapatkan izin dari pemilik tempat, bahkan menanyakan kapasitas awak media mendatangi tempatnya bekerja.

Begitupun saat dikonfirmasi terkait kotoran babi melalui telepon Whatsapp yang diduga pemilik dari peternakan babi dengan memakai handphone Mei mengaku bahwa kotoran babi di tempat itu sudah memakai bio gas.

“Kotoran babi itu pakai bio gas, Itu sudah disaring di bio gasnya, kemudian yang padatnya itu kita ambil, kan pastikan ada endapan padatnya, endapan padatnya kita ambil tiap hari senin dan kamis seminggu 2 kali, kita masukin sebagai pupuk tanaman di kebun kita," kilahnya.

Sementara Kabid Satpol PP I Nyoman Suparta saat dikonfirmasi terkait peternakan babi tersebut mengatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut bersama Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Bangli.

Meskipun telah beredar undangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli terkait laporan Masyarakat tentang pencemaran limbah kotoran babi dari CV. Roket Pig Farm untuk melakukan verifikasi lapangan pada Selasa (1/7), namun sampai hari ini belum ada Tindakan yang signifikan. (JroBudi)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS