bendera

Kamis, 16 April 2026    14:28 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


Oknum BPNT Untung Rp 9 Miliyar/Bulan Selewengkan Beras Bansos


Redaksi,    15 Mei 2020,    17:49 WIB

Oknum BPNT Untung Rp 9 Miliyar/Bulan Selewengkan Beras Bansos

MINNEWS - Jakarta  - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) pagi ini memberikan hasil penemuannya dari kasus-kasus penyimpangan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Ia menyebutkan ada oknum-oknum dalam penyaluran beras Bulog di BPNT ini bisa meraup untung triliunan.


 

Buwas mengatakan, pemerintah setiap tahunnya menggulirkan dana Rp 17-20 triliun untuk BPNT. Dari anggaran tersebut, para oknum yang mengganti beras Bulog dengan beras kualitas medium bisa meraup untung Rp 9 miliar per bulan.

 


"Padahal Pak Presiden sangat serius, sampai pemerintah menggulirkan Rp 17-20 triliun untuk BPNT. Jadi kalau setiap bulan hitungan rata-rata dari penyalur tiap bulan keuntungannya Rp 9 miliar lebih. Ini kalau kita berangkat dari penyalur, uang negara dibagi-bagi padahal untuk orang yang kurang mampu," beber Buwas dalam konferensi pers temuan BPNT, di Gedung Bulog, Jakarta, Senin (23/09/2019).

 

Ia mengatakan, bukti beras Bulog dari premium diganti menjadi medium ini sudah diambil sampelnya dari lapangan.

 

"Ini satu bentuk wujud nyata beras-beras yang disetor ke BPNT yang di seluruh Indonesia sudah kita ambil sampel. Bahwa beras ini bukan premium, medium, tapi dijual dengan harga premium," terang Buwas.

 

Buwas menuturkan, aksi oknum ini membuat penyaluran BPNT ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak tepat sasaran. Maksudnya produk yang diterima KPM tak sesuai dengan yang seharusnya.

 

"Jadi penerima BPNT ini dijadikan proyek oleh oknum-oknum ini," katanya.

 

"Di sini kita bisa memastikan bahwa manfaat BPNT yang harusnya tepat sasaran kepada KPM itu tidak terlaksana karena daftarnya tidak jelas, transaksi tidak bisa dimonitor, dari Dinas Sosial langsung ke Kemensos karena kepala daerah dilewati," imbuhnya.

 

Perlu diketahui, para oknum ini menjalankan aksinya dengan membeli karung-karung beras Bulog dan mengisinya dengan beras yang bukan dari Bulog, serta dengan kualitas lebih rendah. Sehingga, masyarakat menilai beras yang dibungkus dalam karung Bulog itu adalah beras tak layak konsumsi dari Bulog.

 

"Karung Bulog ini dijual Rp 1.000/pcs. Ini bukti harga jual beras supplier," tukasnya.(jn)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 16 April 2026
Jakarta - Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) dan HAM TNI membuka Rapat Koordinasi Teknis Hukum (Rakorniskum) TNI Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Mako Akademi TNI pada Selasa (14/4/2026). Kegiatan
img
Rabu, 15 April 2026
Subang - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melaksanakan kunjungan kerja ke Yonif TP 940/Jaya Nagara yang berlokasi di Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Kunjungan
img
Senin, 13 April 2026
Bantul-Mediaindonesianews.com: Setelah melalui proses hukum yang panjang dan berliku, sertipikat tanah milik Tupon Hadi Suwarno atau Mbah Tupon, warga Dusun Ngentak, Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,
img
Minggu, 12 April 2026
Jakarta - Dalam rangka menjalin sinergitas diplomasi milter, Asisten Intelijen Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto menggelar Coffee Morning dengan para Atase Pertahanan negara sahabat, bertempat di Resto Pule Taman
img
Minggu, 12 April 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada acara pembukaan Musyawarah

MEDIA INDONESIA NEWS