bendera

Kamis, 03 September 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


Kementerian ATR/BPN Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Publik


Tim Red,    02 Juni 2026,    15:15 WIB

Kementerian ATR/BPN Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Publik
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di lapangan Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (2/6). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pelayanan publik dan kebijakan pemerintahan.


Kementerian ATR/BPN Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Publik

Staf Khusus Menteri Bidang Pemberantasan Mafia Tanah, selaku inspektur upacara membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Dalam amanat tersebut, pemerintah menekankan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi diterapkan dalam setiap kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” kata Yaved saat membacakan pidato Kepala BPIP.


Upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini diselenggarakan secara kolaboratif antara dan .

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol ATR/BPN, , bertugas sebagai perwira upacara. Sementara komandan upacara, pengibar bendera, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, pembawa acara, hingga pembaca doa berasal dari Kementerian PKP.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mendukung terciptanya perdamaian global.

Dalam pidatonya, Yaved menyampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika global.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan,” ujarnya.

Upacara tersebut diikuti para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama, pejabat administrator, serta pegawai dari Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PKP.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS