bendera

Kamis, 03 September 2026    04:22 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


Dubes Iran Apresiasi Niat Indonesia Jadi Mediator, Tegaskan Tak Akan Negosiasi dengan AS


Fathan,    02 Maret 2026,    21:21 WIB

Dubes Iran Apresiasi Niat Indonesia Jadi Mediator, Tegaskan Tak Akan Negosiasi dengan AS
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menggelar konferensi pers, menyikapi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu.


Konferensi pers tersebut berlangsung di kediaman Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Dalam pernyataannya, Iran mengutuk keras serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Boroujerdi, sebagai negara berdaulat, Iran memiliki hak untuk membela diri dan melakukan serangan balasan. Ia juga menilai serangan tersebut mencerminkan tidak adanya penghormatan terhadap bulan suci Ramadan.

“Serangan ini juga merupakan bentuk tidak adanya penghormatan Amerika Serikat dan Israel terhadap bulan Ramadan,” ujarnya, di Jakarta Pusat, Senin (2/3)


Ia menyampaikan, berdasarkan data yang diterima pemerintah Iran, jumlah korban akibat serangan tersebut mencapai 555 orang. Disebutkan, sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Dalam kesempatan itu, Boroujerdi juga mengonfirmasi bahwa Iran telah melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara tetangga yang menjadi lokasi basis militer Amerika Serikat. Ia menyayangkan keterlibatan negara-negara tersebut sebagai titik operasi militer terhadap Iran.

Terkait kemungkinan perundingan, Iran menegaskan tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat. Boroujerdi menyatakan, sikap tersebut diambil karena Washington dinilai berulang kali melanggar perjanjian damai.

“Perlu dipertanyakan jaminan kesepakatan oleh Amerika Serikat, dan Iran tidak ingin menjadi pihak yang ditipu,” tegasnya.

Di sisi lain, Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas keinginan Indonesia untuk berperan sebagai mediator perdamaian. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk membantu menengahi konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Meski demikian, Boroujerdi mengaku meragukan komitmen Amerika Serikat terhadap kesepakatan yang mungkin difasilitasi Indonesia.

Dalam konferensi pers tersebut, Iran juga meminta negara-negara Islam untuk memberikan dukungan melalui forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Selain itu, Iran mendorong Indonesia sebagai penyelenggara forum Developing Eight Organization for Economic Cooperation (D-8) untuk aktif menyuarakan upaya perdamaian atas konflik yang tengah berlangsung. (FF)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS