bendera

Kamis, 03 September 2026    04:22 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


Fraksi Rakyat: Kritik Gatot ke Dasco Salah Kaprah Soal Praktik Ketatanegaraan


Benz,    04 Februari 2026,    08:05 WIB

Fraksi Rakyat: Kritik Gatot ke Dasco Salah Kaprah Soal Praktik Ketatanegaraan
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Koordinator Presidium Nasional Fraksi Rakyat, Yudi Syamhudi Suyuti, menilai kritik mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo terhadap Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad tidak didasarkan pada pemahaman politik dan praktik ketatanegaraan yang utuh.


Penilaian tersebut disampaikan Yudi menanggapi pernyataan Gatot yang mempertanyakan kehadiran Dasco saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pengumuman Kabinet Merah Putih.

Menurut Yudi, kritik Gatot tidak memiliki dampak signifikan terhadap posisi Dasco yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, meskipun disampaikan dengan tekanan vokal yang kuat.

“Pernyataan tersebut lebih mencerminkan keterbatasan pemahaman terhadap dinamika politik dan konvensi ketatanegaraan yang berkembang saat ini,” kata Yudi dalam siaran persnya, Selasa.


Yudi menjelaskan, kehadiran Dasco mendampingi Presiden Prabowo saat pengumuman kabinet merupakan hal yang sah dan positif, meskipun belum pernah terjadi dalam praktik ketatanegaraan sebelumnya. Ia menilai langkah tersebut dapat dipahami sebagai bentuk konvensi ketatanegaraan baru yang tidak memerlukan dasar aturan tertulis.

“Presiden Prabowo dapat saja secara sadar melibatkan pimpinan DPR sebagai simbol representasi rakyat. Posisi Pak Dasco sebagai Wakil Ketua DPR RI merepresentasikan peran parlemen dalam sistem demokrasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yudi menilai penempatan pimpinan DPR di sisi Presiden mengandung pesan politik bahwa pemerintahan Prabowo bersifat terbuka dan memberikan ruang partisipasi publik melalui lembaga legislatif.

“Ini merupakan sinyal bahwa rakyat dapat menyampaikan kritik, masukan, bahkan koreksi terhadap jalannya pemerintahan melalui DPR,” katanya.

Yudi juga menegaskan bahwa langkah Presiden Prabowo tersebut menunjukkan sikap kenegarawanan dan komitmen terhadap prinsip pembatasan kekuasaan dalam sistem demokrasi.

“Presiden Prabowo menunjukkan bahwa kekuasaan eksekutif dibatasi dan diawasi oleh cabang kekuasaan lain, khususnya DPR. Ini mencerminkan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Ia menyimpulkan, proses kenegaraan tersebut memperlihatkan karakter kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai Presiden Rakyat yang terbuka terhadap pengawasan dan partisipasi publik. (Benz)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS