bendera

Kamis, 03 September 2026    05:10 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


Pengiat Anti Korupsi Bali Terus Lawan “Tekanan” Lemahkan Pemberantasan Korupsi


Tim Red,    14 September 2025,    10:23 WIB

Pengiat Anti Korupsi Bali Terus Lawan “Tekanan” Lemahkan Pemberantasan Korupsi
Pande Mangku Rate

Bali-Mediaindonesianews.com: Korupsi masih menjadi persoalan besar bangsa. Masyarakat sadar, praktik ini telah membuat negara kacau pembangunan terhambat, keadilan terabaikan, dan rakyat kecil semakin terjepit. Namun, pemberantasannya tidak semudah yang dibayangkan, hal tersebut disampaikan Pande Mangku Rata, salah satu pengiat anti korupsi Bali, Minggu (14/9).


Menurut Mangku, bahkan Presiden sekalipun, dengan segala kewenangan yang dimiliki, masih menghadapi kesulitan dalam menuntaskan korupsi. Apalagi penggiat antikorupsi yang hanya bergerak dengan sumber daya terbatas.

“Kalau presiden saja sulit, apalagi kami penggiat. Tapi menyerah bukan pilihan. Kami harus terus berdiri,” ujarnya

Lebih lanjut aktivis anti korupsi tersebut menyebut, koruptor sudah terlalu kuat, menguasai uang, jaringan, dan kekuasaan. Mereka tidak segan membungkam kritik, bahkan membuli para penggiat yang berusaha mendorong transparansi.


“Kami sering dibully, difitnah, seolah-olah lemah. Tapi itu justru membuat kami sadar bahwa perjuangan ini penting. Jangan sampai tekanan membuat kita berhenti,” tambahnya.

Namun, bagi Mangku, suara nyinyir atau kritik keras bukanlah hal yang harus ditakuti. Justru bisa menjadi pemicu agar dirinya untuk terus mensuport pemerintah dan peneggak hukum untuk lebih serius.

“Mungkin saja mereka yang nyinyir adalah antek-antek koruptor. Tapi bisa juga mereka sebenarnya sedang mendorong agar presiden dan aparat lebih keras lagi melawan korupsi,” ungkapnya.

Dengan kata lain, kritik harus direspon dengan kerja nyata, bukan kemarahan. Transparansi aparat penegak hukum, keberanian menindak tegas, dan partisipasi publik tetap menjadi kunci.

Mangku juga mengingatkan, jika pemberantasan korupsi tidak dijalankan secara terbuka, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Situasi ini berbahaya karena berpotensi memicu gejolak sosial, sebagaimana pernah terjadi di beberapa negara lain.

“Kita tidak ingin Bali mengalami hal seperti itu. Keamanan memang penting, tapi yang lebih penting adalah menjaga hati nurani rakyat agar percaya bahwa korupsi benar-benar bisa diberantas,” tegasnya.

Selain itu dirinya juga berharap pemberantasan korupsi bukan hanya soal hukum, namun juga menyangkut pencegahan, penyadaran publik, serta komitmen moral seluruh elemen bangsa. Selama ada kesadaran kolektif, harapan untuk keluar dari lingkaran gelap korupsi tetap terbuka.

“Jangan pernah menyerah. Semakin banyak yang bersuara, semakin besar peluang korupsi bisa dilawan,” pungkasnya.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS