bendera

Kamis, 03 September 2026    05:09 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


Soroti Program Ekonomi Prabowo, Prof Didin: Semua Harus Jadi Subject of Control


Tim Red,    12 Agustus 2025,    23:53 WIB

Soroti Program Ekonomi Prabowo, Prof Didin: Semua Harus Jadi Subject of Control
Ketua Dewan Pakar ASPRINDO Prof Didin

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Prof Didin, menyoroti sejumlah program ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya memerlukan pengawasan ketat agar benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.


Soroti Program Ekonomi Prabowo, Prof Didin: Semua Harus Jadi Subject of Control

Dalam keterangan resminya, Prof Didin membandingkan kebijakan era Presiden Joko Widodo yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, dengan era Prabowo yang mengusung konsep ekonomi rakyat. Menurutnya, meski program Prabowo memiliki arah yang baik, sejumlah permasalahan mendasar belum terselesaikan.

Ia mencontohkan program Makmur Bersama Gotong Royong (MBG) yang memiliki alokasi Rp171 triliun namun baru terealisasi Rp4,4 triliun, serta program Koperasi Desa Merah Putih yang direncanakan hadir di lebih dari 80 ribu desa.

“Kalau berjalan, ini sangat bagus. Tapi pertanyaannya, apakah SDM di desa memadai untuk mengelola koperasi desa dengan 6 outletnya? Manajemennya bagaimana?” kata Prof Didin.


Ia mengingatkan agar koperasi dijalankan sesuai ruh gotong royong, bukan entitas liberal, serta disertai pendampingan manajemen. Tanpa pengawasan dan pembinaan, ia memperkirakan risiko kredit macet bisa mencapai Rp85 triliun dalam lima tahun.

Selain itu, Prof Didin juga menyoroti program Sekolah Rakyat yang menelan anggaran besar. Ia menilai pemerintah sebaiknya memperbaiki sekolah inpres yang ada di desa dan kecamatan daripada membangun sekolah baru.

“Saya khawatir, sistem gratis di Sekolah Rakyat justru mematikan sekolah inpres yang kondisinya semakin memburuk,” ujarnya.

Terkait program Danantara, yang mengusung konsep state-led development seperti pernah digagas ekonom Soemitro Djojohadikusumo, Prof Didin menilai sistem tersebut hanya bisa berhasil jika disertai politik bersih dan bebas kebocoran anggaran.

“Penelitian saya menunjukkan kebocoran APBN saat ini 40–57 persen, lebih besar dibanding era Soeharto. Kalau mau berhasil, pemerintah harus serius memberantas korupsi,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa seluruh BUMN, Danantara, dan program pemerintah harus menjadi subject of control semua pihak, tidak hanya Presiden.

“Pemerintah, DPR, rakyat, dan cendekiawan harus mengawasi. Kalau rugi, harus diaudit dan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai aset rakyat tidak perform,” pungkasnya.*


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS