bendera

Kamis, 03 September 2026    05:10 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


Ada Dugaan Penipuan Program Ketahanan Pangan di Pemkab Bandung, Belasan Pengusaha Rugi Ratusan Miliar


Tb/01,    03 Juli 2025,    21:35 WIB

Ada Dugaan Penipuan Program Ketahanan Pangan di Pemkab Bandung, Belasan Pengusaha Rugi Ratusan Miliar
Foto illustrasi

JAKARTA-mediaindonesianews.com - Kasus dugaan penipuan melalui program ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Kabupaten Bandung, Jawa Barat menyeret nama Bupati Dadang Supriyatna beserta Staff nya.


Pasalnya dalam kasus tersebut Pemkab Bandung telah merekomendasikan PT Bandung Daya Sentosa (BDS) agar melakukan kerjasama dan meminta kepada seorang pengusaha menyuplai ikan untuk dibagikan kepada masyarakat setempat.

Seorang pengusaha inisial AMZ mengaku sudah merasa ditipu oleh oknum jajaran Pemkab Bandung. Ia menyebut pihaknya sudah berkali-kali mengirim ikan ke Kantor Kecamatan untuk dibagikan kepada masyarakat dan di saksikan oleh ASN setempat termasuk Staff Bupati Kabupaten Bandung.

"Sudah tiga kali kami kirim ikan ke Kecamatan, dan itu atas permintaan Staff Bupati. Kalau di total nilainya mencapai sekira Rp 500 juta," kata AMZ kepada awak saat menggelar konferensi pers di Rawa Mangun, Jakarta Timur, Kamis (3/7/2025).


"Tapi hingga saat ini tagihan kami tidak dibayar sepeserpun oleh pihak Pemkab Bandung," tegasnya.

Dia juga menjelaskan, awalnya kami tidak mempunyai curiga sedikitpun lantaran saat pembagian ikan dilakukan di Kantor Kecamatan dan dilakukan oleh pihak ASN setempat dan juga dihadiri oleh seorang Staff Bupati.

AMZ menjelaskan, Semua prosedur sudah kami ikuti, bahkan Company Profile Perusahaan pun sudah saya serahkan kepada Bupati Kabupaten Bandung untuk mendapatkan pengadaan ikan.

"Nah tahapan selanjutnya Bapak Bupati menunjuk Yanuar selaku Direktur PT. BDS untuk melakukan kerjasama antara Perusahaan saya dengan PT. BDS dalam pengadaan ikan," bebernya.

"Saya menyesal menjalin kerjasama dengan Pemkab Bandung, karena hingga saat ini tagihan saya tidak dibayar, dan tidak ada itikad baik dari pihak PT. BDS maupun Bupati Kabupaten Bandung," pungkasnya.

Hal senada dilontarkan oleh korban lainnya dengan Inisial DA, dia mengungkapkan sejak awal 2024 pihaknya untuk memasok daging ayam, khususnya bagian dada ke PT. BDS. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari program distribusi pangan daerah.

Namun hingga saat ini DA mengaku pihaknya belum menerima sepesarpun pembayaran yang diterima dari PT. BDS.

"Sudah lebih dari satu tahun kami menunggu. Tidak ada kepastian pembayaran, padahal kami sudah suplai dalam jumlah besar. Tidak ada mediasi yang menawarkan solusi kepada kami. Bahkan, kasus saya sendiri sudah masuk laporannya di kepolisian," ujar DA.

Lebih lanjut DA mengatakan, terdapat belasan pengusaha yang masuk dalam perangkap dugaan penipuan melalui program distribusi pangan daerah Kabupaten Bandung.

"Sekurangnya ada 18 Perusahaan yang merasa tertipu oleh jaringan mereka. Kalau ditotal kerugian kami semua mencapai Rp 105 miliar lebih," terangnya.

Atas kejadian tersebut, kata DA, banyak pekerja kami berhentikan lantaran kami tidak sanggup lagi untuk membayar gaji karyawan.

"Ini sudah merugikan banyak pelaku usaha kecil. Kami terpaksa melakukan penghentian para pekerja karena tidak punya biaya untuk gaji karyawan," ungkapnya.

Ia menilai kasus ini mencerminkan kegagalan pengelolaan BUMD dan menjadi preseden buruk terhadap kepercayaan publik pada program ketahanan pangan nasional.

Padahal kata dia, salah satu dokumen penting, berupa Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak bertanggal 9 Desember 2024, turut diperlihatkan dalam forum. 

Surat ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT BDS Dr. Yanuar Budinorman dan Direktur Noviyanti, menyatakan bahwa perusahaan bertanggung jawab atas total utang kepada vendor ayam sebesar Rp105.405.264.919,00.

Saya berharap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dapat menyelesaikan masalah ini dan memberikan tindakan tegas kepada para oknum yang telah menyalahgunakan wewenang.

"Kami mendesak Pemprov Jabar untuk turun tangan menyelesaikan masalah ini. Jangan biarkan BUMD milik pemerintah merugikan rakyat kecil," tegasnya mengakhiri.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berusaha melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak PT. BDS dan Pemkab Bandung.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS