bendera

Kamis, 03 September 2026    07:44 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Terbesar Dalam Sejarah Pasca Sarjana Usahid Luluskan 115 Wisudawan


Lian,    29 September 2021,    23:20 WIB

Terbesar Dalam Sejarah Pasca Sarjana Usahid Luluskan 115 Wisudawan
Terbesar Dalam Sejarah Pasca Sarjana Usahid Luluskan 115 Wisudawan

Jakarta-mediaindonesianews.com: Universitas Sahid Jakarta (Usahid) telah menyelenggarakan wisuda ke 45 dimasa pandemi ini secara virtual dengan jumlah wisudawan terbesar adalah Pascasarjana Sahid, hal ini  yang menjadi salah satu indikator penilaian akreditasi.


Terbesar Dalam Sejarah Pasca Sarjana Usahid Luluskan 115 Wisudawan

Direktur Pascasarjana Usahid, Dr. Marlinda Irwanti Poernomo. SE. Msi mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika pasca, karena produktifitas Mahasiswa tidak akan terwujud tanpa kerjasama, koordinasi, kolaborasi dan komunikasi semua pihak, sesuai dengan tema wisuda menghasilkan lulusan yang Unggul dan berkarakter.

“untuk itu kami akan melaksanakan rapat kerja mempersiapkan road map pasca dengan berdasarkan kinerja dari indikator - indikator akreditasi agar kedepan MM, MIK dan DIK dapat memperoleh predikat Unggul / A,” ujarnya, Selasa (28/9).

Dalam pencapaian tersebut, lanjut Marlinda, akan bekerja keras bersama seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) pasca untuk mewujudkan predikat unggul dan berkarakter, oleh karena itu pasca sekarang juga mempunyai Mahasiswa WNA, mengundang ques lecture dari Luar Negeri.


Terbesar Dalam Sejarah Pasca Sarjana Usahid Luluskan 115 Wisudawan

“Untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi Mahasiswa maka kami juga meningkatkan sarana dan prasarana belajar yang saat ini menggunakan Daring,” katanya.

Untuk itu, anggota DPR masa bakti 2014-2019 berharap dengan kelas online atau daring ini seluruh SDM Pasca harus memanfaatkan teknologi informasi dan terus belajar literasi digital untuk pengembangan dan pelayanan pada Mahasiswa.

“sebagian besar Mahasiswa pasca adalah mereka yang sudah bekerja dan menjadi pimpinan perusahaan, diharapkan para lulusan pasca menjadi penggerak dan agen perubahan seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo” jelasnya.

Pada hari ini juga dilaksanakan peresmian Sahid Smart Class sebagai upaya Sahid memberikan pelayanan yang terbaik utuk Mahasiswa menggunakan kelas yang memanfaatkan teknologi.

"Kemendikti dapat memberikan peluang kepada PT untuk terus melakukan pembelajaran daring agar masyarakat di seluruh Indonesia bisa "merdeka" dalam pendidikan khususnya Pasca, karena mereka yang mengambil kuliah pasca adalah mereka yang sudah bekerja, para dosen, pimpinan perusahaan, dengan sistem pembelajaran daring akan mempermudah peningkatan pendidikan di seluruh Indonesia," pungkasnya. (lian)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS