bendera

Kamis, 03 September 2026    03:30 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Danrem Wirabima Perintahkan Tembak di Tempat Pelaku Pembakar Lahan di Riau


Arif Fadillah,    17 Agustus 2018,    07:25 WIB

Danrem Wirabima Perintahkan Tembak di Tempat Pelaku Pembakar Lahan di Riau

Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini meluas dan diduga kuat karena unsur kesengajaan. Komandan Korem 031/Wirabima (WB) memerintahkan agar pelakunya ditembak di tempat.


"Saya nyatakan, 99 persen kebakaran hutan dan lahan di Riau disengaja. Saya tegaskan hari ini, sudah saya perintahkan ke para dandim saya, apabila tertangkap tangan, apabila ditemukan pembakar lahan disengaja, saya perintahkan tembak di tempat," kata Komandan Korem 031 WB Brigjen TNI Sonny Aprianto kepada wartawan, Kamis (16/8/2018).

Komandan Satgas Karhutla Riau itu menyebut kebakaran lahan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) disengaja untuk membuka lahan. Sebab, dia melihat langsung kawasan hutan dan lahan yang terbakar di Rohil dengan helikopter. Dia khawatir kebakaran lahan itu akan mengganggu penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang.

"Ada indikasi pembakaran lahan ini untuk membuka perkebunan sawit. Kita lihat sendiri ada kebakaran di Rohil dengan panjang 17 km di lahan kosong, tapi di sebelahnya ada kebun sawit. Makanya indikasinya sengaja dibakar," kata jenderal bintang satu tersebut.


Dia menambahkan, satgas yang terdiri atas unsur dari lintas instansi itu secara intensif mengimbau warga agar tidak membakar lahan. Pihaknya juga rutin mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Pihak Korem 031 WB juga sudah berkoordinasi dengan Polda Riau untuk membuat maklumat tembak di tempat tersebut. Sonny juga sudah bertemu dengan Kapolda Riau Irjen Nandang terkait maklumat tersebut.

"Saya akan kirim pasukan Yonif 132 BS, dikirim ke titik-titik rawan kebakaran di setiap kodim," kata Sonny.

Sonny menambahkan, satgas karhutla telah memiliki lima helikopter yang digunakan untuk water boombing. Namun banyaknya titik api tetap menyulitkan para petugas memadamkan api.

"Tapi hari ini saja ada ratusan titik api menyebar di Riau. Tentunya ini menyulitkan satgas untuk melakukan pemadaman," katanya.

Untuk diketahui, di Desa Tanjung Lebam, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rohil, dilaporkan pihak desa ada 20 rumah dan pondok warga terbakar. Api tersebut merupakan rembetan dari lahan gambut yang terbakar lebih dari 500 hektare selama tiga hari ini.

Kades Tanjung Leban Gemal mengatakan, bukan hanya rumah dan pondok yang terbakar, tapi juga satu unit mobil dan dua sepeda motor terbakar.

"Akibat kebakaran itu, sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah sanak familinya," kata Gamal.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS