bendera

Kamis, 03 September 2026    07:43 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Studi Lanjut Penting Dalam Meningkatkan Kualitas Diri


Lian,    22 April 2021,    02:18 WIB

Studi Lanjut Penting Dalam Meningkatkan Kualitas Diri
Dr. Denny Tewu SE, MM

Jakarta-mediaindonesianews.com: Pendidikan merupakan investasi bagi seseorang dalam rangka peningkatan kapasitas diri maupun pengakuan masyarakat atas keberadaannya, studi lanjut adalah hal penting bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas diri dalam bidang tertentu serta pengakuan publik atas kemampuannya.


Hal tersebut disampaikan DR. Denny Tewu, SE., MM, Wakil Rektor 2 Universitas Kristen Indonesia (UKI) karena berkaitan dengan semakin banyaknya peminat studi lanjut di UKI untuk periode tahun 2000-2001.

“mungkin juga dikarenakan kuliah daring di UKI yang berjalan lancar hingga kini,” katanya kepada mediaindonesianews.com (21/4).

Lebih lanjut Denny menjelaskan bahwa, belum tuntasnya pandemi Covid-19 menjadikan UKI memberi berbagai fasilitas untuk mereka yang mau studi lanjut, dengan fasilitas berupa pendaftaran gratis, beasiswa, cicilan uang kuliah yang rata-rata jauh di bawah UMP per bulannya, sehingga tidak ada alasan masalah biaya untuk studi lanjut.


“Tergantung tekad dan kemauan mahasiswa tersebut untuk meraih masa depan yang lebih optimis lagi,” imbuhnya.

Menurut Denny, study lanjut bisa menghadapi kendala, seperti yang dia alami saat proses studi lanjut S3, yakni mendapatkan akses data yang dibutuhkan dan hal ini membutuhkan juga kajian serta proses yang cukup panjang untuk dapat membuktikan apa yang menjadi fokus penelitiannya, namun bagi praktisi hal tersebut tidak akan mengalami kesulitan karena bisa saja data yang dibutuhkan ada di seputar lingkungan dimana dia bekerja.

“Seharusnya antara karier dan studi lanjut adalah bagian yang saling mendukung, karena studi lanjut khususnya S2 adalah pencarian solusi dari masalah-masalah yang dihadapi di dunia kerja, sepanjang studi lanjut yang diambil sejalan dengan profesi atau dunia kerja yang dijalaninya, di MM UKI kami memprofile mahasiswa, saat selesai mereka memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin, peneliti dan problem solver dalam berbagai potensial risiko yang harus dapat dieleminir oleh manajemen dari berbagai bidang,” paparnya.

Denny juga jelaskan bahwa, di beberapa prodi UKI ada yang membuka kelas karyawan, dengan biaya terjangkau, waktu yang managable sambil bekerja.

“apalagi UKI sebagai kampus merdeka, bisa saja pekerjaan mereka dianggap sebagai bagian dari SKS yang harus ditempuh, jadi pekerjaan mereka dapat dikonversikan dengan jumlah SKS yang  telah ditempuh,”pungkasnya. (LiaN)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS