bendera

Kamis, 03 September 2026    06:55 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Kedepan Produksi Kecerdasan Buatan Tidak Akan Terkotak-Kotak


Lian,    17 Februari 2021,    01:01 WIB

Kedepan Produksi Kecerdasan Buatan Tidak Akan Terkotak-Kotak
Dr. Denny Tewu SE, MM

Jakarta-mediaindonesianews.com: Perguruan Tinggi (PT) mulai berbenah untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan di tengah kelangkaan talenta. Beberapa Universitas mempersilahkan Mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk mempelajari kecerdasan buatan secara lintas ilmu.


Menurut pengamatan Dr. Denny Tewu SE, MM, hal tersebut merupakan peluang jaman yang harus dimaksimalkan oleh Indonesia untuk berkembang lebih hebat lagi, fakta bahwa Indonesia tidak ketinggalan di dunia digital telah terbukti dengan lahirnya beberapa unicorn Indonesia yang dapat bersaing dengan perusahaan sejenis dari luar.

“jadi mengembangkan kecerdasan buatan di Indonesia adalah suatu keniscayaan, dan peluang ini harusnya sudah dilihat oleh beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia,” ujar Wakil Rektor IIUniversitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta kepada mediaindonesianews.com Senin (16/2).

Menurut Denny, ada data menyebutkan bahwa kebutuhan talenta teknologi sebanyak 600.000 orang namun hanya tersedia 100.000 orang per tahun dan kekurangan talenta teknologi pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 9 juta tenaga di bidang teknologi digital.


“kedepan produksi kecerdasan buatan tidak akan terkotak-kotak dengan batasan wilayah atau negara, sepanjang Indonesia membuka diri dari segi kebijakan dan memudahkan pengembangan AI (kecerdasan buatan) serta penyediaan infrastruktur termasuk PT yang menunjang pengembangannya” katanya.

Lebih lanjut Denny menjelaskan bahwa Indonesia bisa saja menjadi produsen maupun pasar yang subur karena jumlah penduduk yang besar dengan bonus demografi dan berpenghasilan yang cukup.

“mengingat ada begitu banyak sumber daya alam Indonesia yang berpotensial menjadikan Indonesia sebagai negara industri dengan dukungan bahan baku yang memadai seperti baterai dan lain-lain” pintanya.

Denny Tewu melihat,  kebijakan Merdeka Belajar di kampus merdeka oleh Kementerian pendidikan dan Kebudayaan membuka peluang terjadinya lintas program studi. Bahkan, perguruan tinggi dan industri dapat bersama-sama meneliti kecerdasan buatan dan ini sangat mendukung adanya lintas pengetahuan yang akan saling melengkapi kebutuhan Mahasiswa/i untuk meningkatkan kemampuan kompetensinya sesuai passion yang diminati serta diinginkan mereka.

“Mengingat kecerdasan buatan tentunya akan menjadi trendy diwaktu-waktu yang akan datang, maka otomotis peminatan akan prodi ini akan membludak, baik yang full mengambil jurusan tersebut maupun yang hanya mengambil 3 semester untuk melengkapi pengetahuan dasar / utama mereka,” ungkapnya.

Pemerintah telah memiliki strategi besar pengembangan kecerdasan buatan hingga tahun 2045. Hal itu terdapat dalam strategi nasional kecerdasan artifisial Indonesia 2020-2045 yang dikeluarkan Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi.

“Perguruan Tinggi tinggal  menjadi salah satu elemen penting untuk menyukseskan strategi kedepannya. Bagi Denny Tewu, saatnya Perguruan Tinggi cepat melihat peluang tersebut, ada beberapa yang sudah merasakan bahkan menikmatinya, namun waktu masih cukup, untuk Perguruan Tinggi mulai membuat prodi IT yang menghasilkan produk—produk  kecerdasan buatan yang akan mewarnai produk-produk Industri masa depan,” pungkasnya. (LiaN)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS