bendera

Kamis, 03 September 2026    06:55 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Membangun Empati Antar Sesama Rekan Kerja, Peserta Didik, Maupun Orangtua


Lian,    13 Februari 2021,    22:43 WIB

Membangun Empati Antar Sesama Rekan Kerja, Peserta Didik, Maupun Orangtua
Webminar BPK Penabur Jakarta

Jakarta-mediaindonesianews.com: Untuk  memotivasi dan membangun kembali integritas, BPK Penabur Jakarta mengadakan internal webinar “Keselarasan Integritas dengan Nilai-Nilai Kristiani” untuk para karyawan, Rabu (10/02). Webinar yang juga disiarkan langsung melalui YouTube Channel BPK Penabur Jakarta pada pukul 13.00-15.00 WIB ini dipandu Kepala Divisi Internasional BPK Penabur Jakarta, Shirley Puspitawati.


Mengawali sesi webinar ketua BPK Penabur Jakarta, Ir.Antono Yuwono menekankan untuk bersama-sama membangun empati serta melakukan yang terbaik antar sesama rekan kerja, peserta didik, maupun orangtua.

“Terkait dengan tema tahun ajaran 2020/2021 ‘Menjadi Kawan Sekerja Allah’, kami ingin mengingatkan kembali agar Bapak dan Ibu memperlakukan rekan kerja sebagai kawan sekerja Allah. Mari bersama-sama membangun empati serta melakukan yang terbaik antar sesama rekan kerja, peserta didik, maupun orang tua dan jalankanlah integritas pekerjaan kita dengan benar.” paparnya.

Sementara itu Deputi Direktur Pelaksana II, Donny Gatot Laharjo, menekankan pada integritas ada identitas di dalamnya, yakni suatu ciri atau keadaan khusus dari seseorang. BPK Penabur Jakarta kembali mengingatkan kepada karyawannya agar memiliki identitas berlandaskan Iman, Ilmu dan Pelayanan yang dapat ditunjukkan lewat sikap berdasarkan profil PENABURS (Professionalism, Enthusiasm, Nurture, Ability to Learn, Believe in God, Unselfishness, Respect to Others, and Satisfaction).


Profil PENABURS tersebut terbagi menjadi tiga pilar. Believe in God berarti percaya, berserah, dan selalu bersyukur kepada Tuhan, Professionalism, dimana bekerja harus memberikan manfaat melebihi dari penghasilan yang didapat. Respect to Others artinya mengasihi dan mau memberikan apa yang berharga pada diri kita kepada sesama.” ujarnya.

Disisi lain  Pdt. Peter Abed Nego Wijaya, Pengurus Pendidikan BPK Penabur Jakarta, GKI Sumbawa yang juga menjadi narasumber dalam internal webinar menegaskan, bahwa bekerja merupakan panggilan dan anugerah dari Tuhan.

“Seberat apapun tugas seorang karyawan akan terasa ringan dan sukacita untuk dikerjakan ketika memiliki relasi, visi, dan motivasi (panggilan/passion, anugerah) yang kuat dan jelas. Untuk itu, BPK Penabur Jakarta harus menjadi komunitas yang saling menopang, peduli, dan memotivasi satu sama lain, sehingga keselarasan integritas dan nilai-nilai kristiani yang ada di dalam diri menjadi terbangun.” tutupnya. (LiaN)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS