bendera

Kamis, 03 September 2026    06:52 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Bisa Menjadi Negara Pengekspor Bukan Menjadi Negara Pengimpor


Lian,    22 Januari 2021,    21:45 WIB

Bisa Menjadi Negara Pengekspor Bukan Menjadi Negara Pengimpor
Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM

Jakarta-mediaindonesianews.com: Ada tiga sektor yang disinggung oleh Presiden Joko Widodo saat menjadi pembicara kunci dalam Kompas100 CEO Forum Tahun 2021 pada Kamis, (21/1) yang dapat bertahan dan terus berkembang di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini. Ketiganya ialah sektor pangan, farmasi dan rumah sakit, serta teknologi jasa keuangan dan pendidikan.


Wakil Rektor II Universitas Kristen Indonesia (UKI) Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM mengatakan bahwa Ketiga sektor tersebut memang unggul namun, bangsa ini (Indonesia) umumnya hanya menjadi pengimpor, untuk itu konsep berpikir sebagai industriawan harus mendapat perhatian dan semua pihak termasuk pemerintah dalam membuat regulasi, agar kedepan pengusaha kita dapat memaksimalkan potensi tanah  yang luas dan subur serta kaya akan bahan baku, dan konsep rumah sakit yang baik dari pusat hingga daerah, agar bisa bersaing dengan Rumah Sakit Negara Tetangga. Sedangkan untuk jasa keuangan pun harapannya, juga agar tidak berpusat di Jakarta saja, namun bisa dikembangkan pusat-pusat industri keuangan di beberapa wilayah Indonesia yang strategis.

“Kalau pendidikan Universitas Kristen Indonesia (UKI) secara khusus bisa merasakan sendiri saat menerapkan digitalisasi secara tepat, maka penerimaan Mahasiswa Baru justru terjadi peningkatan disaat pandemi,” ujar Denny Tewu kepada mediaindonesianews.com, Jumat (22/1).

Masih dalam pandangan Kepala Negara menyampaikan peluang yang akan dihadapi dan diupayakan Indonesia dalam jangka menengah beberapa waktu mendatang, pertama yang akan dihadapi ialah dari sektor pertanian dan pangan.


“Ya itu sektor pertanian dan pangan yang berlimpah di dalam negeri, bagaimana kita harusnya bisa menjadi negara pengekspor dan bukan menjadi negara pengimpor lagi,” kritiknya.

Menurut Denny Tewu, merupakan Anugerah Tuhan yang luar biasa bagi Indonesia yang memiliki peluang besar dalam membangun industri kendaraan listrik di mana negara kita memiliki sumber daya yang besar terkait hal itu. Apabila seluruh pihak mau berkolaborasi, Presiden Joko Widodo yakin, bahwa hal tersebut akan memberi kontribusi besar bagi negara.

“Kita bisa katakan kedepan adalah eranya Indonesia untuk menjadi raksasa ekonomi baru, namun jangan berhenti berkarya dan berinovasi dalam pengembangan diferensiasi produk disegala bidang. Dan yang terpenting semua kita dapat menjaga suasana yang kondusif sebagai negara yang aman dan damai dengan dasar Pancasila,” pungkas Denny yang juga menjabat Komisaris Utama PT Kresna Ventura. (lian)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS