bendera

Kamis, 03 September 2026    06:05 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Dr. Magit Les Denny Tewu, SE.,MM Apresiasi Pembentukan LKD


Lian,    05 November 2020,    00:23 WIB

Dr. Magit Les Denny Tewu, SE.,MM Apresiasi Pembentukan LKD
Dr. Magit Les Denny Tewu, SE.,MM

Jakarta-mediaindonesianews.com: Pembentukan 5.300 Lembaga Keuangan Desa (LKD) oleh Kementerian Desa pembangunan Daerah Tertinggal yang dilakukan secara bertahap hingga 2022, mendapat apresiasi Wakil Rektor II Universitas Kristen Indonesia (UKI) Dr. Magit Les Denny Tewu, SE., MM, karena banyak hal yang bisa dapatkan manfaatnya, baik dari sisi pengoptimalkan dana yang disalurkan, menjelaskan payung hukum dalam pengelolaannya serta yang paling penting adalah pemberdayaan masyarakat daerah untuk berbisnis dengan cara yang benar karena ada proses manajemen yang baik di dalamnya, apalagi dengan dukungan OJK RI sebagai regulator maupun sebagai pengawasnya.


“Saya aprsiasi pembentukan tersbut oleh Kmendes PDT, semoga program ini bisa berjalan dengan lancar,” katanya kepada mediaindonesianews.com Rabu (4/11).

Dijelaskan Denny bahwa dirinya pernah menulis buku dengan judul ‘Meningkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan Daerah Dengan Memamfaatkan Pasar Modal Dalam Rangka Mewujudkab Indonesia Raksasa Ekonomi Baru’. Sampai sekarang katanya, melihat buku itu dijual terbuka secara online, berarti cukup banyak peminatnya dan ada rencana untuk melanjutkannya dengan terbitan berikutnya.

“Intinya semua kita harus sadar bahwa Perusahaan-perusahaan  Go Publik di Indonesia ini 95 persen  di dominasi oleh Perusahaan- perusahaan  di Jakarta dan IHSG menjadi salah satu indikator melihat kondisi perekonomian Indonesia terkini, jadi kita bisa bayangkan saja kalau semakin banyak Perusahaan-perusahaan Daerah dikelola secara profesional, maka besar kemungkinan akan terjadi multiplier effect yang akhirnya sampai berhasil melantai di Pasar Modal (BEI), ini akan sangat memperkuat fundamental ekonomi bangsa secara keseluruhan,” ujarnya.


Denny Tewu sependapat dengan pandangan yang mengatakan, menjadikan UPK eks PNPM sebagai LKD yang merupakan salah satu unit usaha BUMDes sudah tepat.

“Tentunya saya berharap dukungan semua pihak sehingga Perusahaan dapat menerapkan Values / nilai-nilai sesuai Kearifan Lokal, Produktivitas yang meningkat secara kreatif dan inovatif serta sustainability/keberlanjutan yang terus dapat bertahan dalam segala suasana,” jelasnya.

Denny Tewu mengatakan, Just do it dan apresiasi yang tinggi untuk Menteri Pembangunan Desa Tertinggal yang telah menginisiasinya. Semoga berjalan lancar, pungkas Komisaris Utama PT Kresna Ventura. (Lian)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS