bendera

Kamis, 03 September 2026    06:03 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Pembagian Kuota Data Internet Harus Adil


Lian,    03 Oktober 2020,    22:40 WIB

Pembagian Kuota Data Internet Harus Adil
Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM

Jakarta - mediaindonesianews.com: Bantuan kuota data internet pada September baru menyasar 27,3 juta siswa, guru, mahasiswa dan dosen, jumlah tersebut jauh dari target penerima sesungguhnya. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, target penerima bantuan kuota data internet  mencapai 50.704.847 siswa, 3.424.176 guru, 5.156.850 mahasiswa, dan 257.217 dosen dengan total nilai bantuan Rp 7,2 triliun.


"Ia sayangnya dalam penyalurannya hanya mereka yang memiliki nomor pra bayar yang mendapatkan fasilitas, sementara nomor HP yang pasca bayar tidak mendapatkannya, sehingga bisa saja penyalurannya tidak maksimal dan tepat sasaran, khususnya bagi Siswa, Mahasiswa, Guru,  Dosen yang terlanjur memiliki nomor pasca bayar, seharusnya semua mendapatkan jatah tersebut apakah HP yang prabayar ataupun pasca bayar, bagaimana caranya, harusnya operator bisa memfasilitasinya," ujar Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM, kepada mediaindonesianews.com.

Lebih lanjut Denny Tewu, mengatakan bahwa bisa saja proses pembagiannya bertahap atau bergelompang, sehingga ada tahap berikutnya karena dalam tata kelola keuangan negara sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) biasanya menjadi faktor pengurang transfer tahun depan. Isu kebijakan program bantuan kuota data internet bukan terletak pada pengembalian pada keuangan negara atau silpa, melainkan sinkronisasi dan efektivitas perencanaan.

"Namun sebagaimana yang saya sampaikan di atas agar pembagian harus diberikan secara adil, apakah yang prabayar maupun pasca bayar," pintanya.


Menurut Denny, saat ini kebutuhan atas kuota bukan hanya untuk kepentingan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saja, namun juga untuk membeli kebutuhan sehari- hari yang dibutuhkan selama pandemi covid-19.

"Jadi bagi saya kebutuhan atas kuota sudah menjadi kebutuhan dasar bagi seluruh masyarakat dalam beraktivitas saat ini," katanya.

Kurangnya pemetaan dan perencanaan program diduga mengakibatkan penyaluran bantuan kuota data internet belum optimal.

"Ya mungkin selain sosialisasi yang masih kurang, juga adanya ketidak adilan atau pemerataan dalam pendistribusiannya khususnya bagi yang pasca bayar yang tidak mendapatkan fasilitas tersebut," pungkas Wakil Rektor II Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta. (Lian)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS