bendera

Kamis, 03 September 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


DPR Minta Pemerintah Perhatikan Tiga Pulau di Riau yang Tergerus Abrasi


dee maz,    15 Februari 2020,    13:54 WIB

DPR Minta Pemerintah Perhatikan Tiga Pulau di Riau yang Tergerus Abrasi

Jakarta – MINews : Anggota Komisi V DPR RI Ansar Ahmad menyoroti adanya tiga pulau terluar dari Provinsi Riau yang mengalami abrasi yang tergolong parah. Hal ini patut diwaspadai, karena kaitannya dengan batas kontinental dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan Malaysia.


Ia berharap perhatian dari Pemerintah dan menjadikan persoalan ini prioritas, agar tidak mengulangi pengalaman pahit di masa lalu.

“Memang sebenarnya harus diseriusi permasalahan tiga pulau itu. Saya sangat concern bicara soal itu, karena itu menyangkut batas kontinental dan ZEE kita dengan Malaysia, maka itu menjadi prioritas dan penting. Jangan pengalaman pahit di masa lalu seperti Pulau Sipadan dan Ligitan terulang lagi. Itu sangat menyakitkan bagi kita sebagai bangsa Indonesia,” ungkapnya di Riau, Kamis (13/2/2020).

Ansar menekankan agar pemerintah memprioritaskan ke tiga pulau karena sudah ditetapkan melalui peraturan pemerintah sebagai kawasan strategis nasional tertentu. Pemerintah jangan hanya fokus membangun Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) saja, tetapi menyelamatkan tiga pulau tersebut dari abrasi yang bisa mengancam batas kedaulatan NKRI.


Senada dengan Ansar, Anggota Komisi V DPR RI Hasan Basri Agus juga sepakat bahwa acaman abrasi di tiga pulau tersebut harus menjadi perhatian utama dari Pemerintah Pusat. Mengingat letaknya di area strategis Selat Malaka di alur ZEE, sehingga mustahil jika Pemerintah mengabaikan hal itu.

“Oleh sebab itu, kita mengharapkan perhatian pihak pemerintah untuk menangani ini. Dan tadi laporan Bapak Gubernur, kita lihat ada tiga pulau yang sudah parah sekali abrasinya. Kita harus memberi perhatian khusus terutama nanti dari pihak Komisi V DPR RI saat rapat dengan Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” katanya.

Sebelumnya Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar memaparkan bahwa ada tiga pulau terluar di Provinsi Riau yaitu Pulau Rupat, Pulau Rangsang dan Pulau Bengkalis yang mengalami kerusakan mangrove serta abrasi yang mengakibatkan hilangnya garis pantai.

Hal ini menurutnya dapat mengancam berkurangnya batas Negara. Pemerintah Provinsi Riau dan Kemenkomaritim sudah melakukan rapat sebanyak 7 kali, hanya saja belum ada tindakan preventif untuk mencegah hal tersebut.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS