bendera

Kamis, 03 September 2026    03:22 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


GMNI DKI Jakarta Kritik Kenaikan Harga Pertamax, Minta Pemerintah Evaluasi Program Prioritas


Tim Red,    10 Juni 2026,    08:21 WIB

GMNI DKI Jakarta Kritik Kenaikan Harga Pertamax, Minta Pemerintah Evaluasi Program Prioritas
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Organisasi tersebut juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi terhadap sejumlah program prioritas nasional di tengah tantangan ekonomi yang dinilai semakin berat.


Dalam siaran pers yang diterima media, Selasa (9/6), Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta, Gus Fakhier, menyebut kenaikan harga energi menjadi beban tambahan bagi masyarakat dan mengaitkannya dengan dinamika geopolitik internasional, termasuk konflik di Timur Tengah yang dinilai berdampak pada kondisi ekonomi global.

GMNI DKI Jakarta berpandangan pemerintah perlu mengambil langkah penyesuaian kebijakan fiskal dan anggaran. Organisasi tersebut mengusulkan penghentian atau evaluasi terhadap sejumlah program nasional, antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Program 3 Juta Rumah, dengan alasan agar alokasi anggaran dapat difokuskan pada upaya pemulihan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah harus realistis dalam menentukan prioritas anggaran dan memastikan kebijakan yang diambil mampu menjawab tantangan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat,” demikian pernyataan yang disampaikan Gus Fakhier bersama Ketua DPD GMNI DKI Jakarta, Deodatus Sunda SE, dalam keterangan tertulis.


Selain menyoroti kebijakan ekonomi, GMNI DKI Jakarta juga mengkritisi kondisi tata kelola pemerintahan dan menyinggung pentingnya pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Menurut organisasi tersebut, pemerintah dan lembaga legislatif perlu lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat agar tidak memicu ketidakpuasan publik.

DPD GMNI DKI Jakarta menegaskan bahwa pemerintah diharapkan tetap berpegang pada amanat konstitusi dengan memprioritaskan perlindungan dan kesejahteraan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari pemerintah terkait pernyataan dan usulan yang disampaikan DPD GMNI DKI Jakarta. Sejumlah klaim dalam pernyataan tersebut, termasuk mengenai kondisi APBN maupun penilaian terhadap efektivitas program pemerintah, merupakan pandangan organisasi yang bersangkutan dan memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS