bendera

Kamis, 03 September 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


IAW Harapkan Publik Awasi Anggaran Rp 950 Milyar Kejagung


tim red,    26 November 2024,    00:27 WIB

IAW Harapkan Publik Awasi Anggaran Rp 950 Milyar Kejagung
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Beredar kabar adanya dugaan korupsi proyek fiktif terkait pengadaan alat Intelijen Tahun 2024 sebesar Rp950 miliar di Direktorat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung), hal ini kian membuka mata publik bahwa oknum Penegak Hukum rentan akan potensi penyalahgunaan kewenangan.


Mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dr. Abdullah Hehamahua mengatakan, sebelum Kejagung melakukan proses pengadaan barang melalui tender proyek maka ada beberapa tahapan yang musti dilakukan.

“Hal pertama yang musti dilakukan adalah program kerja Kejagung tahun 2024 yang disusun pada tahun 2023. Apakah ada atau tidak kegiatan pengadaan barang dan jasa yang disebutkan tersebut,” kata Abdullah kepada awak media, Jumat (22/11).

Kedua, lanjut Abdullah apakah Kejagung punya Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau tidak. Jika Kejagung tidak punya HPS maka potensi KKN besar sekali.


“Ketiga, apakah Kejagung sudah melakukan konsultasi atau tidak dengan Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa atau tidak. Jika tidak, maka potensi korupsi dalam proyek tersebut cukup besar,” bebernya.

Keempat, sambung Abdullah, Komisi Kejaksaan (Komjak) diminta untuk mengaudit proyek dimaksud. Terakhir, perhatikan tahun depan, apakah kinerja Kejagung meningkat atau tidak.

“Jika tidak meningkat kinerjanya maka alat-alat tersebut tidak berkualitas disebabkan pengadaannya sarat dengan KKN,” tutup Abdullah.

Sementara itu, Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus mengatakan, jika memang benar ada kecurigaan dari publik utamanya setelah dilakukan investigasi maka seharusnya hal tersebut menjadi bahan masukan yang baik terhadap institusi Kejagung.

“Terlebih bagi Bidang Jamintel Kejagung yang cenderung akan menggunakan pengadaan alat tersebut. Jika mereka tidak hirau, maka bukan tidak mungkin semakin mendorong rasa ingin tahu publik dengan cara yang beda. Seperti pelibatan kekuatan sosial media dari Netizen +62, karena merasa tidak diberi ruang untuk terlibat pada penggunaan uang Negara,” paparnya.

IAW menyarankan, ideal Kejagung mengambil langkah-langkah terbuka bukan malah kontraproduktif atas peran serta masyarakat.

“Kepada publik kami juga berharap peran sertanya untuk ikut dalam mengawasi penggunaan uang Negara yang nyaris Rp1 triliun tersebut dan jika Kejagung masih tetap dirasa tertutup terus, saran kami diambil saja sikap melaporkan hal tersebut ke KPK dan Mabes Polri. Agar ada situasi saling kontrol,” pungkasnya.

Seperti diketahui, publik menaruh kecurigaan pada pelaksanaan tender alat Intelijen di Kejagung. Pertama tidak adanya transparansi dari para pejabat tinggi di Direktorat Jamintel Kejagung dan cenderung ‘bersembunyi’ dibalik narasi “rahasia Negara”.

Kecurigaan kedua, jika menilik hasil investigasi di lapangan bahwa perusahaan pemasok alat telekomunikasi secara visual itu diduga tidak layak disebut sebagai pemenang tender proyek bernilai ratusan miliar tersebut.

Misalnya kondisi perusahaan tidak memiliki karyawan, tidak ada papan nama bisnis diarea terbuka, alamat vendor tersembunyi, satu atap dengan perusahaan lain dan cenderung tertutup saat dikonfirmasi. Hal tersebut diduga janggal, karena konon katanya proyek di Kejagung tersebut sudah selesai dikerjakan pada 2024 ini. Informasi dalam dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa lokasi pekerjaan itu berada di Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS