bendera

Kamis, 03 September 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Diduga Akibat Alat Bor Canggih, Ilegal Driling di Muba Memakan Korban


Hadi,    25 Mei 2024,    19:39 WIB

Diduga Akibat Alat Bor Canggih, Ilegal Driling di Muba Memakan Korban
Korban Ilegal Driling

Muba-Mediaindonesianews.com: Usaha pelaku Ilegal Driling di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) untuk mengeruk kekayaan alam tak main-main, terbukti dengan didatangkannya alat pengeboran canggih yang tingkat keberhasilannya nyaris tak pernah gagal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jum'at (24/5) diduga pengeboran menggunakan alat canggih tersebut bisa mencapai kedalaman 1000 meter lebih dan berada di wilayah PT. Hindoli, Kecamatan Keluang.

"Alat bor yang canggih itu, sengaja didatangkan oleh pihak yang memiliki modal besar dan teroganisir. Karena alat secangih ini membutuhkan biaya yang besar." Kata salah satu sumber yang enggan disebut namanya.

Sumber tersebut menceritakan bahwa, awalnya pengeboran berjalan mulus, namun beberapa saat kemudian dari titik pengeboran keluar gas beracun yang mengakibatkan beberapa pekerja pingsan, bahkan sampai meninggal dunia.

"Tidak tahu, pasti dilarikan ke rumah sakit apa ke tempat lain. Yang jelas, saat sejumlah pekerja itu pingsan, langsung dibawa oleh rekan rekan yang lain ke tempat yang aman" ujarnya

Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa, dirinya mengetahui dari para ahli jika alat itu disebut juga sebagai rig setan yang dalam setiap operasinya boleh dibilang tidak akan gagal, karena sistimnya bisa horizontal atau mengunakan kemiringan tidak seperti bor manual biasa dengan memiliki daya jelajah kedalaman sekitar 1000 meter lebih.

"Alat pengeboran semacam ini jarang tidak berhasil rata rata berhasil mengeluarkan minyak bahkan, sistim pengeborannya sudah canggih bisa deteksi lokasi dan memantau kedalaman minyak di dalam perut bumi," jelasnya.

Saat disinggung apakah ada pihak kepolisian setempat yang mendatangi lokasi saat insiden tersebut terjadi.

"tidak ada aparat yang datang, kami menduga mereka (kepolisian) sudah tahu kejadian tersebut, namun membiarkannya dan kami juga yakin aparat kepolisian pasti tahu adanya aktivitas pengeboran minyak ilegal menggunakan alat super canggih diwilayahnya." ujarnya.

Ia berharap Polda Sumsel segera turun ke lokasi, untuk melakukan pemeriksaan.

"Sebab, jika ini dibiarkan terus menerus akan menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat sekitar," pungkasnya. (Hadi)


Diduga Akibat Alat Bor Canggih, Ilegal Driling di Muba Memakan Korban



banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS