bendera

Kamis, 03 September 2026    03:26 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Badan Geologi Sebut Amblesan Tanah di Desa Sila Bukan Akibat Patahan Gempa


di maz,    20 November 2019,    11:57 WIB

Badan Geologi Sebut Amblesan Tanah di Desa Sila Bukan Akibat Patahan Gempa

Jakarta – MINews : Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan tanah ambles di Desa Sila, Kabupaten Maluku Tengah beberapa hari lalu merupakan fenomena alam adanya tanah merayap (creeping) dari sifat batugamping koral yang berpotensi membentuk sinkhole (berongga).


Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar ditemui di ruang kerjanya di Bandung, Rabu (20/11) mengatakan "Apa yang terjadi di Sila bukan akibat dari sesar atau patahan, ini murni faktor geologi dari sifat batugamping koral".

“Apabila amblesan tanah di Sila akibat sesar, maka akan bersifat regional atau merambat ke beberapa tempat dan memanjang membentuk sebuah keseluruhan’, tegas Rudy.

"Amblesan tanah hanya bersifat lokal, tidak berkembang ke daerah lain," ujarnya. 


Pada Senin (4/11), sekitar pukul 10.00 WIT dilaporkan oleh warga Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah terjadi amblesan tanah sedalam 1 meter dari permukaan tanah dengan membentuk diameter lingkaran hingga 30 meter.

Rudy menambahkan, berdasarkan pengamatan tim Badan Geologi di lapangan, retakan tanah terjadi di lokasi rekahan tanah yang terbentuk pada 2012, akibat rentetan gempa bumi yang terjadi di kawasan Seram dan Banda, dimana pada saat itu, retakan membentuk lingkaran berdiameter 25 meter.

Rudy menjelaskan "Retakan 2012 silam lalu menyebabkan struktur tanah tidak stabil. Ditambah lagi intensitas gempa di Maluku yang cukup tinggi selama tiga bulan terakhir".

Rudy berpendapat, kejadian serupa sudah pernah terjadi di Kawasan Gunung Karts Yogyakarta dimana tanah membentuk sinkhole kosong persis dengan yang menimpa Desa Sila.

Tim Badan Geologi saat ini, tengah bergerak ke lapangan melakukan kajian dengan menggunakan drone untuk mendapatkan pengamatan visual morfologi.

Di samping itu, mereka melakukan Ground Penetrating Radar (GPR) demi mendapatkan data bawah kurang lebih 10 meter.

Rudy menuturkan "GPR akan menentukan daerah void (rongga) untuk menentukan wilayah mana saja yang aman dan berbahaya bagi masyarakat".

Iapun mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik melihat fenomena alam tersebut dan tetap mengikuti rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM maupun BPBD setempat.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS