bendera

Selasa, 03 November 2026    07:09 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Literasi Bangsa Ini Dibangun Melalui Tenaga Pendidik Yang Baik


lian,    20 April 2023,    23:37 WIB

Literasi Bangsa Ini Dibangun Melalui Tenaga Pendidik Yang Baik
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Tingkat literasi di Indonesia dinilai masih kurang memuaskan, hal ini harus menjadi perhatian serius oleh pihak-pihak terkait. Merujuk pada data Program for International Student Assessment (PISA) yang diselenggarakan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), Indonesia menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki tingkat literasi rendah di tahun 2019, di peringkat 62 dari 70 negara. Hal ini dipertanyakan Dr. Wilson Rajagukguk, MSi., MA kenapa Indonesia tertinggal dalam hal literasi.

“Kita perhatikan kerumunan sosial kita, senang melihat-lihat gadget dan kurang membaca dan budaya kita juga budaya berbicara, kurang budaya menulis. Kita kehilangan banyak warisan budaya yang luar biasa berharga karena tidak menuliskannya.
Faktor lain adalah luasnya cakupan kependudukan Indonesia. Melakukan pendidikan literasi dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote memerlukan upaya yang luar biasa besar serta waktu panjang. Usaha dan kerja keras yang tidak mudah. Dampak dari kedua hal itu adalah rendahnya literasi Indonesia" papar Praktisi Dosen Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia, Jakarta  Kamis (20/4).

Menurut Wilson, Angka buta huruf penduduk Indonesia berumur 45 tahun ke atas (2022) sebesar 8,48%. Penduduk yang tamat Sekolah Menengah Umum/Atas + berumur 15 tahun ke atas sebesar 40,12 % pada tahun 2022.  Angka Partisipasi Sekolah (APS) penduduk berumur 19-14 tahun (2022) sebesar 26,46%. Pada tahun 1965 Hong Kong, Korea, dan Singapura telah mencapai angka 100% dalam Pendidikan SD.  Pada tahun 1987 Angka Partisipasi SMP di Korea sudah mencapai 88% (meningkat dari 35% tahun 1965). Sementara Indonesia pada tahun 1987 baru mencapai angka 46%.  

“Pemerintah dan bangsa Indonesia sudah bekerja keras dan diperlukan usaha terus menerus dan lebih keras lagi meningkatkan literasi ini,” katanya.

Lebih lanjut Wilson menjelaskan bahwa, terobosan meningkatkan literasi dimulai dari sekolah formal dan budaya harus lebih bekerja keras menjangkau seluruh penduduk Indonesia. Menyediakan internet dengan harga terjangkau dan juga membangun perpustakaan yang memadai di seluruh Indonesia. Apakah perpustakaan sekolah atau perpustakaan Desa. Harga buku di Indonesia termasuk mahal. Kita dapat meniru India dengan upaya pemerintah menyediakan buku yang bermutu dan harganya terjangkau. Kita mendorong pemerintah menyediakan jangkauan internet mencapai seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah sudah mempunyai program sambungan internet melaui PLN dan upaya ini perlu didukung agar seiring dengan sambungan listrik, internet juga dapat tersambung. PLN perlu lebih serius melaksanakan program ini serta selanjutnya adalah membangun institusi pendidikan yang baik. Menjadi guru/dosen menjadi karir favorit di Indonesia karena guru/dosen adalah mesin pertumbuhan literasi yang utama.

“Indonesia harus meningkatkan pembangunan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Literasi bangsa ini dibangun melalui tenaga pendidik yang baik. Upaya selanjutnya adalah membangun budaya membaca pada seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.  

Untuk membangun literasi lanjut Wilson, sesungguhnya tidak hanya terletak pada minat baca. Minat baca seharusnya berbuah. Buah dari minat baca adalah kemampuan menulis. Minat baca itu merupakan variabel antara. Ultimate variablenya adalah output literasi berupa publikasi karya ilmiah. Output karya ilmiah Indonesia masih rendah.

“Saya setuju dengan membangun kesadaran, akan tetapi setelah sadar what next. Yaitu menulis. Lembaga pendidikan kita perlu semakin banyak melakukan pekerjaan pembelajaran  bagi siswa menulis dan menyampaikan ide melalui presentasi. Saya mendukung pemerintah dengan menerapkan kewajiban mensyaratkan publikasi bagi mahasiswa S1 sampai S3 jika mau lulus dari sebuah PT. Keterbasan kita terletak pada kemauan dan kerelaan memulis sebagai output dari literasi itu. Kita lakukan dari sisi demand side. Menulis dan menghasilkan karya ilmiah yang bermutu dan baik.  Kewajiban ini diharapkan mempunyai unsur memaksa dalam peningkatan literasi.  Sebaiknya soal-soal ujian sejak SMP bukan lagi dengan jenis soal (pilihan ganda) tetapi dari kemampuan menulis, mengemukan pendapat, dan berargumen. Hal ini akan memaksa masyarakat membaca,” pungkasnya.  (lian)




banner
NASIONAL
img
Senin, 02 November 2026
Sentul - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan secara daring kepada 1.311 personel penyuluh dari Pasis Sesko TNI,...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dari Mayjen TNI Suhardi kepada Mayjen TNI...
img
Senin, 02 November 2026
Afrika - Tim Patroli Temporary Operating Base (TOB) Tchabi Satgas Indonesia Rapid Deployable Battalion (Indo RDB) XXXIX-H MONUSCO yang dipimpin Komandan Kompi (Danki) Mayor Inf Wira Wijaya, melaksanakan patroli sekaligus...
img
Senin, 02 November 2026
Kalsel - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan tiga pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai sebanyak 9,3 ton bahan modifikasi cuaca berupa garam...
img
Senin, 02 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...

MEDIA INDONESIA NEWS