bendera

Kamis, 03 September 2026    08:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Pangkoarmada II Bersama Athan RRT Beberkan Hasil Operasi Salvage KRI Nanggala-402


ipungs,    20 Mei 2021,    00:07 WIB

Pangkoarmada II Bersama Athan RRT Beberkan Hasil Operasi Salvage KRI Nanggala-402
Pangkoarmada II Bersama Athan RRT Beberkan Hasil Operasi Salvage KRI Nanggala-402

Surabaya-mediaindonesianews.com: Panglima Koarmada II Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto, SH.,M.A.P.,M.Tr (Han) mewakili TNI Angkatan Laut, bersama Atase Pertahanan (Athan) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Senior Kolonel Chen Yongjing, membeberkan atau menjelaskan tentang perkembangan hasil Operasi Salvage atau pengangkatan KRI Nanggala-402 dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar, Bali, Selasa (18/5).


Pangkoarmada II Bersama Athan RRT Beberkan Hasil Operasi Salvage KRI Nanggala-402

Dalam kesempatan tersebut, Pangkoarmada II yang ikut didampingi Danguskamla Koarmada II Laksma TNI I Gung Putu Alit Jaya sebagai Komandan Satgas Operasi Salvage KRI Nanggala-402, Asops Pangkoarmada II, Asintel Pangkoarmada II serta Danlanal Denpasar menyampaikan bahwa, lokasi tenggelamnya KRI Nanggala di kedalaman 839 meter terdeteksi berkat kerjasama antara KRI Rigel 933 dan MV Swift Rescue dari Singapura. Hasil deteksi Multi Beam Echosounder dari KRI Rigel 933 selanjutnya ditindaklanjuti oleh Remotely Operated Vehicle (ROV) dari MV Swift Rescue untuk memastikan kondisi bagian-bagian kapal.

“Selanjutnya setelah dilaksanakan identifikasi lebih lanjut oleh kapal Salvage dari Tiongkok bagian-bagian dari KRI Nanggala 402 yang telah ditemukan di antaranya adalah Bagian Haluan (Bow Section), Bagian Anjungan (Sail Section) dan Bagian Buritan (Stern Section). Bagian-bagian tersebut terpisah dan terlepas dari badan tekan (Pressure Hull) yang merupakan bagian utama dari KRI Nanggala 402. Posisi dari ketiga bagian besar KRI Nanggala 402 telah ditandai namun untuk posisi dari badan tekan masih belum dapat diidentifikasi,” terang Laksda Iwan Isnurwanto.

Pada bagian lain, melalui penerjemah Bahasa Indonesia, Athan RRT menjelaskan jika pihaknya sampai hari ini telah melakukan 13 kali operasi di bawah laut dan sudah mengetahui posisi dan keadaan reruntuhan KRI Nanggala, dan sudah mengirimkan banyak gambar maupun video, juga berhasil mengangkat bagian-bagian yang ringan seperti Life Raft. Athan Tiongkok menyebut, proses serah terima barang temuan KRI Nanggala sudah diserahterimakan melalui dirinya dan TNI AL.


Pangkoarmada II Bersama Athan RRT Beberkan Hasil Operasi Salvage KRI Nanggala-402

Sementara itu untuk membantu proses Salvage KRI Nanggala, Tiongkok mengirimkan tiga kapalnya. Dua kapal milik  AL Tiongkok yang diperbantukan adalah Yongxingdao-863, dengan spesifikasi ocean salvage and rescue. Kemudian Nantuo-195 dengan spesifikasi ocean tug. Sementara itu satu kapal lagi milik Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok yakni Tan Suo-2 dengan spesifikasi ocean salvage.

“Selama menjalankan tugas salvage ini, kapal-kapal kami bekerja sama dan menjaga komunikasi yang  erat dengan kapal-kapal TNI AL. Saat ini tugas kapal kami juga telah beralih dari Tahap Observasi ke Tahap Pengangkatan. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa pengangkatan di bawah laut yang sangat dalam adalah masalah yang rumit di seluruh dunia. Kami akan berupaya penuh melaksanakan pengangkatan di bawah laut berdasarkan keadaan nyata di bawah laut  dan kemampuan kapal-kapal kami,” jelas Senior Colonel Chen Yongjing.

Senada dengan pernyataan Athan RRT, Pangkoarmada II mengungkapkan jika TNI AL memahami bahwa melaksanakan operasi salvage di kedalaman laut 839 meter bukanlah hal yang mudah dilaksanakan.

“Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari pihak Tiongkok dalam operasi salvage KRI Nanggala 402 ini. Dan setidaknya hingga akhir Mei ini, kita berharap Tan Suo Er Hao berhasil mengangkat bagian yang dapat diangkat yakni bagian buritan (stern section) dan anjungan (sail section). Sebab mereka sudah mencobanya namun gagal karena tali sling yang digunakan putus untuk mengangkat beban yang diperkirakan seberat lebih dari 18 ton,” tegas Laksda Iwan Isnurwanto.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Baturaja - Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada latihan taktis dan tempur multinasional, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial dan
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera

MEDIA INDONESIA NEWS