bendera

Kamis, 03 September 2026    07:44 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Tantangan Keamanan Regional Berasal Dari Pengaruh Negara Besar


Tim Red,    31 Maret 2021,    10:10 WIB

Tantangan Keamanan Regional Berasal Dari Pengaruh Negara Besar
Tantangan Keamanan Regional Berasal Dari Pengaruh Negara Besar

Jakarta-mediaindonesianews.com: Tantangan keamanan regional berasal dari persaingan pengaruh negara besar dan ancaman aktor non negara, oleh karena itu sinergitas dan kerja sama regional angkatan bersenjata di tingkat ASEAN perlu ditingkatkan.


Tantangan Keamanan Regional Berasal Dari Pengaruh Negara Besar

Demikian sambutan Kepala Pusat Pengkajian Strategi (Kapusjianstra TNI) Brigjen TNI Jhonny Djamaris, S.I.P., M.I.P., ketika mengikuti pertemuan Track II Network of ASEAN Defence and Security Institution (NADI) yang diselenggarakan melalui video teleconverence (VTC), bertempat di Auditorium Mako Pusjianstra TNI, Jakarta (30/3).

Track II NADI merupakan pertemuan internasional yang mempertemukan para akademisi dan praktisi bidang pertahanan dari beberapa perguruan tinggi dan pusat kajian militer (Think Tank), dan yang bertindak sebagai negara tuan rumah pertemuan NADI tahun ini adalah Brunnei Darussalam.

Pertemuan secara virtual tersebut berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh 13 peserta dari perwakilan seluruh negara ASEAN dimana delegasi Indonesia mengirimkan Pusjianstra TNI dan Universitas Pertahanan sebagai peserta dengan mengangkat situasi pandemi global Covid-19 dan dampaknya bagi keamanan regional serta isu-isu lainnya seperti terorisme, kejahatan siber, kejahatan lintas negara serta bencana alam.


Tantangan Keamanan Regional Berasal Dari Pengaruh Negara Besar

Pada forum-forum sebelumnya, isu keamanan yang pernah dibahas antara lain perubahan iklim (Climate Change), Diplomasi Pertahanan (Defence Diplomasi), keamanan energi (Energy Security), Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana atau Humanitarian Assistance & Disaster Relief (HADR), serta keamanan maritim (Maritime Security).

Adapun pertemuan dari forum ini menghasilkan beberapa rekomendasi berupa kajian akademis tentang isu-isu strategis pertahanan khususnya di kawasan Asia tenggara yang dituangkan dalam Chairman Report yakni masukan bagi para pengambil kebijakan di tingkat Kementerian Pertahanan atau Panglima Angkatan Bersenjata di tingkat berikutnya yakni Track I NADI, diantaranya forum Asian Defence Minister Meeting (ADMM), ADMM Plus atau Asian Defence Senior Officials' Meeting (ADSOM).


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS