bendera

Kamis, 03 September 2026    06:55 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Panglima TNI: Jadilah Perwira Pemimpin Yang Peka Terhadap Perubahan Situasi


Tim Red,    20 Februari 2021,    00:28 WIB

Panglima TNI:  Jadilah Perwira Pemimpin Yang Peka Terhadap Perubahan Situasi
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP

Yogjakarta-mediaindonesianews.com: Jadilah Perwira Pemimpin yang benar-benar menguasai ilmu pengetahuan dan peka terhadap perubahan, di samping para perwira jago terbang, menembak dan aerobatik tapi ada ilmu lain yang harus dikuasai yaitu Pembinaan Teritorial (Binter), karena bila itu sudah dikuasai ketika menjadi Komandan Lanud bisa mengimplementasikan ilmu teritorial tersebut kepada pemerintah daerah dan masyarakat.


Panglima TNI:  Jadilah Perwira Pemimpin Yang Peka Terhadap Perubahan Situasi

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat  memberikan pengarahan kepada Instruktur dan Perwira Siswa Sekolah Penerbang (Pasis Sekbang) TNI AU di Gedung Sabang-Merauke, Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogjakarta, Jumat (19/2).

Terkait dengan ilmu pembinaan teritorial, Panglima TNI sudah menyampaikan kepada Kepala Staf Angkatan Udara untuk memberikan ilmu pembinaan teritorial kepada seluruh Pasis Sekbang TNI AU.

Menurut Panglima TNI, pembinaan teritorial adalah pembinaan yang digunakan oleh anggota TNI karena sangat menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat. “Dengan pembinaan teritorial kita bisa memberdayakan, membina aspek geografis, demografis dan kondisi sosial,” ujarnya.


Panglima TNI:  Jadilah Perwira Pemimpin Yang Peka Terhadap Perubahan Situasi

Panglima TNI menjelaskan bahwa aspek geografis selama ini pembinaan wilayah udara dilaksanakan Babinpotdirga, dalam rangka memberikan ruang untuk kegiatan operasi atau mempersiapkan Mandala operasi guna kegiatan peperangan dan lainnya.

Selanjutnya, demografi adalah unsur masyarakat dipersiapkan sebagai alat untuk melipatgandakan kekuatan, contohnya dalam bentuk komponen cadangan atau komponen pendukung. Sedangkan kondisi sosial adalah dinamika di masyarakat saat damai dan aman.

“Tiga aspek itu, kalau digabungkan menjadi satu maka kita akan dapatkan Ruang, Alat, dan Kondisi (RAK) Juang yang tangguh,” jelas Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengatakan untuk memutus rantai wabah Covid-19, mengajak agar selalu menerapkan protokol kesehatan dengan cara melaksanakan 3 M (Memakai, Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) dan 3 T (Testing, Tracing, Treatment). “Pelaksanaan protokol kesehatan untuk menjaga stabilitas keamanan nasional agar percepatan ekonomi nasional bisa segera pulih kembali,” harapnya.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS