bendera

Kamis, 03 September 2026    04:19 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Menteri Nusron: Nasionalisme Harus Melahirkan Bangsa yang Kuat Hadapi Tantangan Global


Tim Red,    02 Juli 2026,    08:44 WIB

Menteri Nusron: Nasionalisme Harus Melahirkan Bangsa yang Kuat Hadapi Tantangan Global
Istimewa

Bogor-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk memaknai nasionalisme sebagai fondasi membangun bangsa yang tangguh di tengah persaingan global. Menurutnya, nasionalisme tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui penguatan kapasitas bangsa di berbagai sektor strategis.


Menteri Nusron: Nasionalisme Harus Melahirkan Bangsa yang Kuat Hadapi Tantangan Global

Pesan tersebut disampaikan Nusron saat menjadi keynote speaker pada pembukaan Diklat Pratama se-Indonesia Angkatan I yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7).

"Tujuan nasionalisme adalah menjadikan kita bangsa yang kuat. Namun, kalau kita tidak memahami seperti apa bangsa yang kuat, kita akan keliru mendefinisikan format nasionalisme yang ingin kita bangun," ujar Nusron di hadapan sekitar 200 peserta diklat.

Dalam materi bertajuk Nasionalisme Abad ke-21: Menjawab Tantangan Radikalisme, Perang Ekonomi, dan Perebutan Pengaruh Global, Nusron menjelaskan bahwa ukuran kekuatan sebuah negara pada era modern tidak lagi hanya ditentukan oleh sistem pemerintahan, tetapi juga oleh kemampuannya menghadapi tantangan geopolitik, ekonomi, dan teknologi.


Mengutip pemikiran John Mearsheimer, Nusron menyebut terdapat tiga pilar utama yang harus dimiliki sebuah negara agar mampu menjadi bangsa yang kuat, yakni ketahanan pangan, kemandirian energi, dan penguasaan teknologi.

"Jangan hanya berbicara nasionalisme, tetapi bangun ketahanan pangan, kemandirian energi, dan kemampuan menguasai teknologi. Tanpa itu, bangsa akan mudah bergantung kepada negara lain," tegasnya.

Menurut Nusron, ketiga pilar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, pembangunan nasionalisme harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas intelektual generasi muda.

Di hadapan Sekretaris Dewan Pembina DPP GMPK, H. Chusni Mubarok, Nusron menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang akan menentukan arah pembangunan bangsa di masa depan.

"Perubahan di dunia itu selalu didahului dengan kebangkitan kaum intelektualnya. Ketika cara berpikir mahasiswa sudah benar, maka saat mereka menjadi birokrat, politisi, pengusaha, maupun profesional, cara berpikir itu akan ikut membentuk kemajuan bangsa," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan abad ke-21 semakin kompleks, mulai dari radikalisme, persaingan ekonomi global, hingga perebutan pengaruh antarnegara. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga wawasan kebangsaan yang kuat serta kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nasional.

Menutup paparannya, Menteri Nusron mengajak seluruh kader GMPK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat semangat nasionalisme, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan gagasan dan inovasi bagi kemajuan Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Achmad, bersama jajaran pengurus DPP GMPK serta ratusan peserta Diklat Pratama dari berbagai daerah di Indonesia.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS