bendera

Kamis, 03 September 2026    04:19 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Muda Itu Kita Bahas Ancaman Amblesnya Jakarta Jelang 5 Abad Ibu Kota


Fathan,    17 Juni 2026,    12:15 WIB

Muda Itu Kita Bahas Ancaman Amblesnya Jakarta Jelang 5 Abad Ibu Kota
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menjelang peringatan lima abad Kota Jakarta, komunitas Muda Itu Kita menggelar diskusi bertajuk “Eco-Luxury Jakarta: Menyusun Ulang Standar Estetika Kota yang Bersih dan Ramah Lingkungan” di Putih Melati Kantin, Jakarta Selatan, Selasa (16/6).


Diskusi tersebut menyoroti persoalan tata kota, krisis lingkungan, hingga ancaman penurunan muka tanah yang dinilai menjadi tantangan serius bagi masa depan Jakarta.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta Fariz Egia Gamal, Inisiator Reform Melihat Kota Rizzah Aulifia, dan Eduinfluencer Aland Dinda Pradana. Diskusi diikuti kalangan anak muda, pegiat lingkungan, serta masyarakat umum yang menaruh perhatian terhadap pembangunan kota berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Fariz Egia Gamal menegaskan bahwa ancaman terbesar Jakarta saat ini bukan semata kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim, melainkan penurunan muka tanah yang terus terjadi akibat eksploitasi air tanah secara berlebihan.


Ia menyebut sejumlah wilayah di Jakarta Utara mengalami penurunan tanah hingga sekitar 15 sentimeter per tahun akibat penggunaan air tanah dalam oleh bangunan komersial maupun rumah tangga.

“Penggunaan air tanah yang berlebihan menjadi penyebab utama amblesnya tanah Jakarta. Karena itu, pemerintah terus mendorong masyarakat beralih ke layanan air perpipaan dan menargetkan cakupan akses air PAM mencapai 100 persen pada tahun 2030,” ujar Fariz.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menerapkan berbagai regulasi untuk membatasi penggunaan air tanah oleh bangunan komersial. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenai sanksi tegas, termasuk pencabutan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Selain itu, pemerintah mulai memanfaatkan teknologi citra satelit untuk mendeteksi penggunaan air tanah secara ilegal di sejumlah kawasan.

Sementara itu, Rizzah Aulifia mengkritik cara pandang masyarakat mengenai konsep kota estetik yang selama ini hanya diukur dari kemegahan gedung dan lanskap perkotaan modern.

Menurutnya, estetika kota seharusnya tidak hanya berfokus pada tampilan visual, melainkan juga memperhatikan aspek sosial, budaya, serta lingkungan yang dapat dirasakan seluruh warga.

“Estetika kota tidak hanya soal gedung tinggi dan lampu-lampu kota. Kota yang baik adalah kota yang menghadirkan pengalaman yang inklusif bagi seluruh indra manusia, sekaligus menjaga keterhubungan warga dengan budaya lokal, lingkungan, dan ruang hidup mereka,” kata Rizzah.

Pada kesempatan yang sama, Aland Dinda Pradana menyoroti pentingnya edukasi publik dan peran media sosial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan perkotaan.

Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah menyederhanakan isu-isu kompleks seperti krisis air dan penurunan tanah agar mudah dipahami masyarakat tanpa menghilangkan substansi persoalan.

“Narasi bahwa Jakarta akan tenggelam semata-mata karena pemanasan global perlu diluruskan. Salah satu faktor utama yang menyebabkan krisis ini adalah penggunaan air tanah yang masif sehingga permukaan tanah terus turun,” ujar Aland.

Aland juga mengajak masyarakat memulai langkah sederhana yang berdampak terhadap lingkungan, seperti mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan dan membiasakan penggunaan tumbler sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.

Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk melihat kembali arah pembangunan Jakarta menjelang usia lima abad. Selain menyoroti persoalan tata kota dan lingkungan, forum itu juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan kota yang lebih berkelanjutan dan inklusif. (FF)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS