bendera

Kamis, 03 September 2026    04:22 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Menteri Nusron Dorong Santri Siap Jadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa


Tim Red,    05 Juni 2026,    20:02 WIB

Menteri Nusron Dorong Santri Siap Jadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
istimewa

Sukabumi-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak para santri untuk mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang mampu berkiprah di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, pemerintahan, hingga pembangunan nasional.


Menteri Nusron Dorong Santri Siap Jadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa

Pesan tersebut disampaikan Menteri Nusron saat menghadiri peringatan Milad ke-26 Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/6).

Di hadapan ratusan santri dan jajaran pengasuh pesantren, Nusron menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin masa depan yang tidak hanya melanjutkan perjuangan para pendahulu, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

“Santri harus siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Ada yang menjadi ulama, ada yang menjadi teknokrat, dan ada yang menjadi pemimpin bangsa. Semua harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Nusron.


Menurutnya, pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk karakter, wawasan, dan kepemimpinan generasi muda. Karena itu, para santri didorong untuk memiliki visi yang luas dan kesiapan mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron mengibaratkan posisi santri sebagai generasi penerus yang suatu saat harus siap menggantikan peran para pendahulunya. Ia menekankan pentingnya proses pembelajaran dan pembentukan kapasitas sejak dini agar mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Lebih lanjut, Nusron menjelaskan bahwa pembangunan masyarakat yang maju dan sejahtera memerlukan sinergi antara tiga unsur utama, yakni ilmu keagamaan, kemampuan teknokratis, serta kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan bangsa.

Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan pemikiran ulama besar Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang menekankan pentingnya perpaduan antara ilmu para ulama, kebijaksanaan para teknokrat, dan kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan.

“Pesantren memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang mampu berkiprah pada ketiga bidang tersebut sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Selain menekankan pentingnya pendidikan dan kepemimpinan, Menteri Nusron juga mendorong para santri untuk meningkatkan literasi politik dan pemahaman terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menilai santri tidak boleh bersikap apatis terhadap persoalan kebangsaan karena pemahaman terhadap kebijakan publik menjadi salah satu bekal penting untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

“Santri harus memahami kebijakan publik dan kehidupan berbangsa agar mampu ikut menentukan arah pembangunan bangsa,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Nusron menyerahkan sertipikat tanah wakaf kepada pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA, K.H. E.S. Mubarok. Penyerahan sertipikat tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum atas aset lembaga pendidikan keagamaan.

Dengan adanya sertipikat wakaf, aset pesantren diharapkan memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Acara Milad ke-26 YASPIDA turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Kapolres Sukabumi AKBP Samian, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi Wendi Isnawan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan pesantren.

Melalui momentum tersebut, pemerintah berharap pesantren dapat terus menjadi pusat pendidikan karakter sekaligus melahirkan generasi yang mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa di masa mendatang.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS