bendera

Kamis, 03 September 2026    05:09 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Jamaluddin Jompa Menang Telak, Kembali Pimpin Unhas hingga 2030


Tim Red,    28 April 2026,    15:29 WIB

Jamaluddin Jompa Menang Telak, Kembali Pimpin Unhas hingga 2030
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Jamaluddin Jompa resmi kembali memimpin Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk periode 2026–2030. Kemenangan telak dalam pemilihan oleh Majelis Wali Amanat Unhas menjadi penegasan dukungan kuat terhadap kepemimpinannya di tengah tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.


Jamaluddin Jompa Menang Telak, Kembali Pimpin Unhas hingga 2030

Dalam pemungutan suara yang berlangsung pada 14 Januari 2026, Jamaluddin meraih 23 dari total 24 suara anggota MWA, mengungguli dua kandidat lainnya. Hasil ini mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap arah kebijakan dan capaian Unhas selama periode kepemimpinannya sebelumnya.

Dalam sambutannya, Jamaluddin menegaskan bahwa keberlanjutan kepemimpinannya bukan sekadar simbol kepercayaan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa Unhas tetap adaptif di tengah dinamika global. Ia mengibaratkan posisi rektor sebagai nahkoda kapal besar yang harus mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian situasi eksternal.

Menurutnya, pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 menjadi titik penting dalam membangun ketahanan institusi. Unhas dinilai mampu melewati masa krisis dengan memperkuat sistem pembelajaran adaptif serta mendorong inovasi di lingkungan akademik.


“Ketangguhan civitas akademika menjadi modal utama. Ini bukan kerja individu, tetapi hasil kolaborasi seluruh elemen kampus yang mampu menanggalkan ego sektoral,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa capaian Unhas di tingkat nasional dan internasional merupakan hasil kerja kolektif yang terintegrasi, bukan dominasi satu pihak. Model kepemimpinan kolaboratif, menurutnya, akan terus diperkuat pada periode kedua.

Selain kiprahnya di dunia akademik, Jamaluddin yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) menyoroti pentingnya sinergi antar pelaku usaha nasional. Ia mendorong organisasi tersebut menjadi wadah kolaborasi strategis bagi pengusaha pribumi untuk meningkatkan daya saing global.

“Pengusaha nasional harus bergerak bersama, tidak hanya bersaing tetapi membangun kemitraan yang kuat hingga ke level internasional,” katanya.

Dengan mandat baru ini, Jamaluddin menargetkan penguatan posisi Unhas sebagai perguruan tinggi berdaya saing global, sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan nasional melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor. (Ips)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS