bendera

Selasa, 03 November 2026    08:24 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Hindari Konflik Agraria, Menteri Nusron Dorong Pemutakhiran Data Pertanahan di NTB


Tim Red,    13 April 2026,    08:57 WIB

Hindari Konflik Agraria, Menteri Nusron Dorong Pemutakhiran Data Pertanahan di NTB
Istimewa

Mataram-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau kepala daerah dan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk bergotong royong mempercepat pemutakhiran data pertanahan guna mencegah potensi konflik agraria.


Hindari Konflik Agraria, Menteri Nusron Dorong Pemutakhiran Data Pertanahan di NTB

Imbauan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama gubernur, bupati, dan wali kota se-NTB yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB, Jumat (10/04). Nusron menyoroti masih tingginya jumlah sertipikat kategori KW 4, 5, dan 6 yang berpotensi memicu sengketa lahan.

Menurutnya, persoalan tumpang tindih sertipikat umumnya terjadi akibat dokumen lama yang belum dilengkapi peta kadastral atau belum terintegrasi dalam sistem digital pertanahan. Akibatnya, batas bidang tanah menjadi tidak jelas dan rawan diklaim pihak lain.

“Karena itu saya imbau, kami minta tolong kepada camat, lurah, dan masyarakat yang masih memiliki sertipikat lama—tahun 1997 ke bawah bahkan hingga 1960-an—untuk segera memutakhirkan data pertanahannya,” ujar Nusron.


Hindari Konflik Agraria, Menteri Nusron Dorong Pemutakhiran Data Pertanahan di NTB

Ia menjelaskan, salah satu indikator penting dalam memastikan kepemilikan tanah adalah penguasaan fisik di lapangan. Hal ini dapat terlihat saat proses pengukuran oleh petugas dilakukan tanpa adanya keberatan dari pihak lain.

"Salah satu indikasi penguasaan fisik adalah ketika petugas ukur dari BPN melakukan pengukuran dan tidak ada yang mengusir. Itu menunjukkan pemohon adalah pihak yang menguasai lahan tersebut,” jelasnya.

Nusron juga menegaskan pentingnya langkah cepat melalui pengukuran ulang maupun penggantian sertipikat lama agar seluruh data dapat masuk dalam sistem yang terpetakan secara digital dan akurat.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Rakor, terdapat 247.913 bidang tanah di NTB yang masuk kategori KW 4, 5, dan 6, atau sekitar 7,5 persen dari total sertipikat yang ada. Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan konflik jika tidak segera ditangani.

Ia mengingatkan, kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, terutama di kawasan perkotaan dengan nilai ekonomi lahan yang tinggi. Oleh sebab itu, peran aktif pemerintah daerah bersama masyarakat dinilai krusial dalam menjaga validitas data pertanahan.

Rakor ini turut dihadiri oleh para kepala daerah, serta pimpinan dan anggota DPRD se-NTB. Menteri Nusron hadir didampingi sejumlah pejabat, antara lain Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Shamy Ardian serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, bersama jajaran Kepala Kantor Pertanahan se-NTB.***


banner
NASIONAL
img
Senin, 02 November 2026
Sentul - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan secara daring kepada 1.311 personel penyuluh dari Pasis Sesko TNI,...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dari Mayjen TNI Suhardi kepada Mayjen TNI...
img
Senin, 02 November 2026
Afrika - Tim Patroli Temporary Operating Base (TOB) Tchabi Satgas Indonesia Rapid Deployable Battalion (Indo RDB) XXXIX-H MONUSCO yang dipimpin Komandan Kompi (Danki) Mayor Inf Wira Wijaya, melaksanakan patroli sekaligus...
img
Senin, 02 November 2026
Kalsel - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan tiga pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai sebanyak 9,3 ton bahan modifikasi cuaca berupa garam...
img
Senin, 02 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...

MEDIA INDONESIA NEWS