bendera

Kamis, 03 September 2026    06:56 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


GMNI DKI Jakarta Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Desak Polisi Ungkap Dalang


Tim Red,    14 Maret 2026,    03:39 WIB

GMNI DKI Jakarta Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Desak Polisi Ungkap Dalang
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta mengecam keras serangan penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus yang menjabat Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).


Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh Ketua DPD GMNI DKI Jakarta Deodatus Sunda menanggapi insiden penyerangan yang menimpa Andrie Yunus pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Jalan Salemba I.

Dalam pernyataannya, GMNI menilai serangan tersebut merupakan puncak dari rangkaian intimidasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas Andrie sebagai aktivis pro-demokrasi yang aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan publik.

Menurut GMNI, Andrie Yunus sebelumnya pernah menginterupsi rapat tertutup pembahasan Rancangan Undang-Undang TNI di Hotel Fairmont pada Maret 2025 sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi mengancam supremasi sipil. Aksi tersebut disebut memicu berbagai ancaman hingga pelaporan terhadap dirinya ke Polda Metro Jaya.


Selain itu, GMNI juga menyoroti aktivitas Andrie dalam mengajukan uji materi Undang-Undang TNI ke Mahkamah Konstitusi serta keterlibatannya dalam berbagai advokasi isu demokrasi dan hak asasi manusia.

Dalam analisisnya, GMNI menilai serangan tersebut mencerminkan ancaman serius terhadap ruang kebebasan sipil. Organisasi mahasiswa itu bahkan menyebut adanya gejala kemunduran demokrasi yang ditandai dengan intimidasi terhadap aktivis dan pembela HAM.

GMNI juga menilai negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi pembela HAM sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya terkait jaminan perlindungan hak asasi manusia.

Dalam pernyataan sikapnya, GMNI DKI Jakarta menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, meminta Presiden Republik Indonesia turun tangan langsung untuk memastikan perlindungan kebebasan sipil serta menjamin keamanan para aktivis yang memperjuangkan hak asasi manusia.

Kedua, GMNI mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, tidak hanya menangkap pelaku lapangan tetapi juga mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang intelektual di balik penyerangan.

Ketiga, organisasi mahasiswa tersebut menolak segala bentuk upaya yang dinilai dapat mengarah pada praktik otoritarianisme serta menyerukan penghentian segala bentuk intimidasi terhadap aktivis sipil.

GMNI DKI Jakarta menyatakan akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut serta menyerukan solidaritas masyarakat sipil dalam menjaga ruang demokrasi di Indonesia.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS