bendera

Kamis, 03 September 2026    06:04 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Dari Pesisir Serangan, Sinergi Nelayan–TNI AL Perkuat Rantai Pasok Ikan Nasional


Jro Budi,    18 Februari 2026,    14:15 WIB

Dari Pesisir Serangan, Sinergi Nelayan–TNI AL Perkuat Rantai Pasok Ikan Nasional
Istimewa

Denpasar-Mediaindonesianews.com: Kolaborasi TNI Angkatan Laut dengan nelayan lokal di Serangan tak hanya soal pendampingan keamanan laut, tetapi juga strategi memperkuat rantai pasok perikanan nasional dari hulu ke hilir guna menjaga stabilitas pangan laut. Upaya tersebut dimulai oleh Kerjasama strategis antara Kelompok Nelayan Samudra, Serangan Bali dengan TNI Angkatan Laut melalui pendampingan terpadu yang menyasar peningkatan produksi, infrastruktur, hingga pemasaran hasil tangkapan nelayan.


Dari Pesisir Serangan, Sinergi Nelayan–TNI AL Perkuat Rantai Pasok Ikan Nasional

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kelompok Nelayan Samudra dan Komandan Pangkalan TNI AL Bali, Kolonel Laut (P) Cokorda Gede Parta Pemayun, SH., M.Sc., M.Tr.Hanla, Selasa (18/2).

Ketua Kelompok Nelayan Samudra, I Made Mada, menyampaikan bahwa sinergi ini menjadi jawaban atas persoalan klasik nelayan, terutama terkait efisiensi produksi dan kepastian pasar.

“Selama ini hasil tangkapan sering bergantung pada kondisi cuaca dan fluktuasi harga. Dengan pendampingan TNI AL, kami berharap distribusi lebih tertata dan nilai jual ikan semakin stabil,” ujarnya.


Dari Pesisir Serangan, Sinergi Nelayan–TNI AL Perkuat Rantai Pasok Ikan Nasional

Kolonel Laut (P) Cokorda Gede Parta Pemayun menegaskan bahwa keterlibatan TNI AL tidak hanya berfokus pada aspek keamanan laut, tetapi juga mendukung kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan, sejalan dengan visi Prabowo Subianto.

“Ketahanan pangan laut harus dimulai dari nelayan. Jika nelayan kuat, maka pasokan ikan nasional juga akan terjaga,” tegasnya.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pelatihan peningkatan kapasitas nelayan, modernisasi sarana dan prasarana perikanan, penguatan sistem penyimpanan ikan, hingga perluasan akses pemasaran melalui jejaring pemerintah daerah dan sektor swasta.

Melalui kolaborasi ini, nelayan di Serangan optimistis mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok perikanan nasional. Program ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara aparat negara dan masyarakat pesisir dalam menjaga ketersediaan pangan laut Indonesia. (JroBudi)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS