bendera

Kamis, 03 September 2026    06:53 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Warga Kampung Bali Tanah Abang Resah, Jalan Rusak Akibat Bongkar Muat Ekspedisi


Tim Red,    21 Januari 2026,    10:40 WIB

Warga Kampung Bali Tanah Abang Resah, Jalan Rusak Akibat Bongkar Muat Ekspedisi
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Aktivitas bongkar muat barang ekspedisi bermuatan tonase berat di Jalan Perkampungan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dikeluhkan warga. Jalan lingkungan yang seharusnya diperuntukkan bagi aktivitas warga kini berubah fungsi menjadi lokasi bongkar pasang barang ekspedisi skala besar, yang berdampak pada kerusakan infrastruktur dan terganggunya kehidupan masyarakat sekitar.


Pantauan di lokasi menunjukkan, kendaraan ekspedisi bermuatan berton-ton kerap keluar masuk kawasan permukiman sejak pagi hingga larut malam. Aktivitas bongkar muat dilakukan hampir sepanjang hari, mulai pagi, siang, sore, hingga malam hari. Akibatnya, kondisi jalan kampung mengalami kerusakan serius, berlubang, dan retak di sejumlah titik.

Tidak hanya merusak badan jalan, aktivitas tersebut juga berdampak pada lingkungan sekitar. Sejumlah pohon di sepanjang jalan dilaporkan rusak akibat tersenggol kendaraan besar. Bahkan, kabel listrik dan jaringan utilitas lainnya milik PLN maupun operator lain pernah terputus karena tersangkut muatan ekspedisi yang melebihi batas ketinggian kendaraan.

Warga setempat mengaku aktivitas tersebut juga kerap menimbulkan kemacetan, terutama saat proses bongkar muat berlangsung di badan jalan. Kondisi ini memperparah akses keluar-masuk warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak, lansia, serta pengguna jalan lainnya.


“Kami sangat terganggu. Jalan kampung rusak, macet, bising, dan berbahaya. Pernah kabel listrik putus karena truk besar lewat,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Lebih jauh, warga juga menyebut aktivitas bongkar muat tersebut seolah tak tersentuh penertiban karena diduga dibekingi oleh preman setempat. Hal ini membuat warga merasa takut dan tidak berani menegur langsung para pelaku bongkar muat.

Upaya pelaporan sebenarnya telah dilakukan warga ke berbagai pihak, mulai dari kelurahan, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga unit terkait lainnya. Namun hingga kini, aktivitas bongkar muat ekspedisi bermuatan berat tersebut masih terus berlangsung tanpa solusi nyata.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan secara tegas untuk menertibkan aktivitas tersebut, mengembalikan fungsi jalan lingkungan sebagaimana mestinya, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kampung Bali Tanah Abang.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS