bendera

Kamis, 03 September 2026    06:55 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Kinerja Pansus TRAP DPRD Bali Dikritik: Sebut Kebijaksanaan Hukum Sedang Diuji


JroBudi,    07 Desember 2025,    07:48 WIB

Kinerja Pansus TRAP DPRD Bali Dikritik: Sebut Kebijaksanaan Hukum Sedang Diuji
istimewa

Denpasar – Mediaindonesianews.com: Advokat I Made Somya Putra SH MH melontarkan kritik keras terhadap kinerja Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang Air dan Pesisir (TRAP) DPRD Bali terkait penanganan persoalan banjir bandang dan alih fungsi lahan yang belakangan marak terjadi di Bali. Ia menilai Pansus TRAP terlalu fokus pada isu investasi sehingga mengabaikan akar masalah kerusakan lingkungan.


Dalam opininya, Somya Putra menegaskan bahwa Pansus TRAP tengah diuji dalam aspek kebijaksanaan hukum. “Pansus TRAP sedang diuji kebijaksanaan hukumnya,” ujarnya.

Ia menyoroti hasil temuan Pansus yang dinilai lebih banyak mengarah pada pengecekan investasi besar, namun tidak menyentuh persoalan fundamental penyebab banjir bandang seperti penebangan pohon, pengerukan bukit, dan alih fungsi lahan tak terkendali.

“Temuan yang menyisir sungai di awal itu ternyata tidak dibarengi dengan penyegelan usaha kelas kakap. Menariknya, kemudian Pansus TRAP berkembang tidak hanya menyisir sungai, tetapi juga menyisir sawah, tebing, tapi bukan bukit dan tanah yang hilang karena galian ataupun pasirnya,” kritik Somya.


Ia juga menyoroti Instruksi Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2025 tentang alih fungsi lahan yang dinilainya terlambat terbit, mengingat Bali sudah enam tahun mengusung visi Sad Kerti Loka Bali.

“Sebagian anggota DPRD Bali yang menjadi Pansus TRAP sudah menjabat berkali-kali periode. Maka sebenarnya DPRD Bali dan pansus di kabupaten juga gagap, sebab selama mereka menjabat, suara tata ruang benyah seperti disunyikan dan nyaris tak terdengar di parlemen Bali,” sindirnya.

Somya Putra turut mengingatkan adanya potensi penyimpangan dalam kewenangan penyegelan yang dimiliki Pansus TRAP. Ia menegaskan bahwa kewenangan absolut selalu berisiko membuka ruang negosiasi ilegal.

“Ingat, sebuah kewenangan yang absolut dapat menimbulkan korupsi. Maka apakah yakin kewenangan segel-menyegel tidak membuka ruang deal-dealan ‘uang pelicin’ oleh oknum dalam proses itu?” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Somya mendesak agar penegakan hukum diarahkan pada akar persoalan alih fungsi lahan yang menjadi pemicu banjir bandang, sembari tetap mempertimbangkan keberlangsungan usaha masyarakat kecil.

“Hendaknya prioritaskan penindakan terhadap asal muasal alih fungsi lahan penyebab banjir bandang, dan bijak dalam menindak usaha kerakyatan yang terdampak isu ini,” pungkasnya. (JroBudi)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS