bendera

Kamis, 03 September 2026    07:45 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Kopi Kintamani “Ludes” di TEI Jakarta, Produk Bambu Bangli Terganjal Kemasan, Disperindag Siapkan Solusi Pengiriman


JroBudi,    18 Oktober 2025,    23:11 WIB

Kopi Kintamani “Ludes” di TEI Jakarta, Produk Bambu Bangli Terganjal Kemasan, Disperindag Siapkan Solusi Pengiriman
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Keikutsertaan Kabupaten Bangli dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Jakarta membuahkan hasil menggembirakan. Produk unggulan kopi Kintamani diserbu pengunjung hingga ludes terjual, sementara produk bambu masih menghadapi tantangan pada sisi kemasan dan pengiriman.


Kopi Kintamani “Ludes” di TEI Jakarta, Produk Bambu Bangli Terganjal Kemasan, Disperindag Siapkan Solusi Pengiriman

Penjaga stan kopi mengungkapkan, antusiasme pengunjung terhadap kopi Kintamani cukup tinggi. “Kopi sangat laris, banyak yang datang mencari. Bahkan ada buyer dari luar negeri yang tertarik,” ujarnya.

Meski begitu, beberapa pembeli memberi catatan terkait kualitas rasa yang belum maksimal, diduga karena proses petik merah dan pengeringan yang belum konsisten.

Sementara itu, produk bambu—khususnya lampu bambu (koling)—menarik banyak perhatian pengunjung. Namun, sebagian besar pembeli membatalkan transaksi karena ukuran produk besar dan tidak adanya kemasan yang memadai untuk pengiriman.


Kopi Kintamani “Ludes” di TEI Jakarta, Produk Bambu Bangli Terganjal Kemasan, Disperindag Siapkan Solusi Pengiriman

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Nasrudin, yang turut memantau pameran, menyampaikan bahwa evaluasi akan segera dilakukan untuk menjaga kualitas kopi Kintamani yang sudah memiliki branding kuat.

“Yang kita dapatkan di pameran ini kita jadikan bahan evaluasi. Perlu duduk bersama antara petani, pebisnis, dan pemerintah untuk pembenahan ke depan, sehingga kopi Kintamani yang sudah punya branding dapat mempertahankan kualitasnya,” kata Nasrudin di lokasi pameran.

Terkait masalah kemasan produk bambu, Nasrudin menegaskan bahwa solusi sedang disiapkan. Pihaknya berencana menggandeng PT Pos dan Giro serta jasa ekspedisi lainnya untuk penyediaan kemasan dan layanan pengiriman produk bambu ke pasar nasional maupun internasional.

“Kalau peluang pasar bagus, hal itu bukan persoalan besar. Banyak jasa pengiriman yang bisa kita gandeng, tidak hanya PT Pos Giro,” tambahnya.

Di ajang TEI, lampu bambu ukuran kecil menjadi produk yang paling banyak dibeli, sementara produk bambu lainnya seperti sokasi (wadah sesaji) dengan motif khas Bali masih diminati untuk pasar lokal.

Keberhasilan kopi Kintamani dan tantangan produk bambu di TEI menjadi catatan penting bagi Pemkab Bangli untuk memperkuat daya saing UMKM daerah di pasar global. (JroBudi)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS