bendera

Kamis, 16 April 2026    00:36 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Prof. Didin Ingatkan Risiko Lemahnya Pengawasan BP BUMN dan Danantara


Tim Red,    09 Oktober 2025,    22:19 WIB

Prof. Didin Ingatkan Risiko Lemahnya Pengawasan BP BUMN dan Danantara
Ketua Dewan Pakar Asprindo Prof. Didin S Damanhuri saat Diskusi bersama Ketum Asprindo Bapak H. Jose Rizal (ist)

UU BUMN Baru Dinilai Berpotensi Munculkan Celah Korupsi Besar

Jakarta — Mediaindonesianews.com: Pengamat ekonomi senior sekaligus pendiri INDEF dan Guru Besar IPB, Prof. Didin S. Damanhuri, mengingatkan potensi persoalan serius dari kebijakan pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Badan Pengelola BUMN (BP BUMN). Kedua lembaga ini merupakan produk kebijakan baru Presiden Prabowo Subianto berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN.


Prof. Didin Ingatkan Risiko Lemahnya Pengawasan BP BUMN dan Danantara

Dalam pernyataannya, Rabu (9/10/2025), Prof. Didin menilai regulasi ini masih lemah dalam aspek pengawasan dan akuntabilitas. “Dua lembaga ini tidak mendapatkan pengaturan yang ketat, sementara dana yang dikelola sangat besar. Ini berpotensi menimbulkan masalah serius ke depan,” ujarnya.

UU BUMN yang baru disahkan September lalu menjadi dasar pembentukan BP BUMN sebagai regulator dan Danantara sebagai eksekutor pengelolaan investasi negara. Presiden Prabowo kemudian mengangkat Donny Oskaria sebagai Kepala BP BUMN. Kementerian BUMN resmi ditiadakan.

Meski perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan profesionalisme BUMN, Prof. Didin mengingatkan adanya risiko pergeseran orientasi dari fungsi sosial ke profit semata. “Fungsi sosial seperti kredit murah, BBM satu harga, listrik pedesaan, dan CSR bisa terpinggirkan karena orientasi sekarang lebih kepada investasi korporasi besar,” tegasnya.


Prof. Didin Ingatkan Risiko Lemahnya Pengawasan BP BUMN dan Danantara

Lebih jauh, Didin juga menyebut bahwa mekanisme kontrol DPR terhadap BP BUMN dan Danantara sangat terbatas, sementara pengawasan lebih banyak bertumpu pada mekanisme internal dan Presiden. “Secara hukum, efektivitasnya diragukan. Ini membuka peluang risiko moral hazard dan potensi penyalahgunaan dana publik,” ungkapnya.

Ia mencontohkan skandal 1MDB di Malaysia, di mana dana publik dalam jumlah besar diselewengkan untuk kepentingan politik dan pribadi. “Kita harus belajar dari kasus itu. Jangan tunggu kejadian baru bertindak,” ujarnya.

Karena itu, Prof. Didin mendesak agar pengawasan eksternal yang ketat diterapkan terhadap kedua lembaga baru tersebut untuk memastikan pengelolaan dana publik tetap transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat. “Fungsi negara untuk menyejahterakan rakyat jangan hilang dalam euforia investasi,” pungkasnya.***


banner
NASIONAL
img
Rabu, 15 April 2026
Subang - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melaksanakan kunjungan kerja ke Yonif TP 940/Jaya Nagara yang berlokasi di Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Kunjungan
img
Senin, 13 April 2026
Bantul-Mediaindonesianews.com: Setelah melalui proses hukum yang panjang dan berliku, sertipikat tanah milik Tupon Hadi Suwarno atau Mbah Tupon, warga Dusun Ngentak, Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,
img
Minggu, 12 April 2026
Jakarta - Dalam rangka menjalin sinergitas diplomasi milter, Asisten Intelijen Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto menggelar Coffee Morning dengan para Atase Pertahanan negara sahabat, bertempat di Resto Pule Taman
img
Minggu, 12 April 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada acara pembukaan Musyawarah
img
Sabtu, 11 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran strategis sebagai penghubung informasi antara instansi dan masyarakat. Penegasan ini

MEDIA INDONESIA NEWS