bendera

Selasa, 03 November 2026    12:56 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Tingginya Biaya Politik Indonesia, Hambat Pembangunan Ekonomi


Tim Red,    21 Agustus 2025,    14:20 WIB

Tingginya Biaya Politik Indonesia, Hambat Pembangunan Ekonomi
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Di usia ke-80 tahun kemerdekaan Indonesia, pakar ekonomi senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sekaligus Ketua Dewan Pakar ASPRINDO, Prof. Didin S. Damanhuri, menyoroti mahalnya biaya politik yang terjadi pascareformasi. Menurutnya, fenomena tersebut telah menghancurkan fondasi pembangunan ekonomi nasional.


Tingginya Biaya Politik Indonesia, Hambat Pembangunan Ekonomi

“Setelah reformasi, politik di Indonesia berubah menjadi transaksional dan sarat politik uang. Menurut penelitian, vote buying di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia,” ujar Prof. Didin dalam acara Indef dan Insan Cita, Kamis (21/8).

Ia menilai, political cost yang sangat tinggi membuat demokrasi Indonesia masih bersifat prosedural, bukan substansial. Dampaknya, cita-cita demokrasi ekonomi, supremasi hukum, kesejahteraan, dan keadilan sosial yang diamanatkan konstitusi sulit terwujud.

“Pertumbuhan ekonomi pascareformasi hanya berkisar 5 persen, lebih rendah dibanding sebelum reformasi yang mencapai 7,5 persen. Ironisnya, pertumbuhan ini hanya terkonsentrasi pada 5 persen kelompok superkaya akibat terjadinya perkawinan antara oligarki bisnis dan oligarki politik,” tegasnya.


Kondisi tersebut, lanjut Didin, menghambat implementasi berbagai program ekonomi rakyat yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti MBG Kopdes, swasembada pangan, dan kemandirian energi. Bahkan, anggaran negara semakin terbebani akibat belanja besar, termasuk rencana pembelian pesawat generasi kelima dari Turki dan Korea Selatan.

“Untuk membiayai itu semua, Menteri Keuangan harus menambah utang. Data menunjukkan, utang luar negeri Indonesia pada 2024 sudah mencapai Rp10.350 triliun. Ini membuat kondisi fiskal, moneter, dan perbankan semakin terbatas,” jelas Guru Besar IPB itu.

Selain faktor biaya politik dan oligarki, Didin juga menilai banyaknya vested interest serta inkompetensi birokrasi semakin memperparah keadaan.

Sebagai solusi, ia mendorong adanya re-orientasi pembangunan ekonomi politik yang berfokus pada GDP oriented namun sehat dan berkelanjutan. Dengan model itu, Indonesia dapat melahirkan pelaku bisnis yang efisien, politisi yang negarawan, dan masyarakat sipil yang produktif.

“Itu sudah terbukti di negara-negara dengan demokrasi matang, seperti Skandinavia dan Jepang, yang bisa menjadi benchmark kita,” katanya.

Didin menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus diimbangi dengan prinsip with equity agar tidak dikuasai oligarki. “Oligarki politik dan ekonomi harus bertransformasi menjadi aktor demokrasi. Dengan begitu, 40 persen masyarakat terbawah akan terangkat kesejahteraannya dan tidak termarginalisasi,” pungkasnya.***


banner
NASIONAL
img
Selasa, 03 November 2026
Kongo - Dalam rangka memperkuat peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian, personel Post Operation Base (POB) Komanda Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO melaksanakan...
img
Selasa, 03 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu, Senin (2/11/2026). Satgas...
img
Selasa, 03 November 2026
Kalimantan - TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 8,4 ton garam (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...
img
Senin, 02 November 2026
Sentul - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan secara daring kepada 1.311 personel penyuluh dari Pasis Sesko TNI,...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dari Mayjen TNI Suhardi kepada Mayjen TNI...

MEDIA INDONESIA NEWS