bendera

Selasa, 03 November 2026    12:58 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Jelang HUT RI ke-80, Prof Didin: Demokrasi Politik Indonesia Belum Mampu Menjawab Tantangan Ekonomi


ips,    10 Agustus 2025,    17:33 WIB

Jelang HUT RI ke-80, Prof Didin: Demokrasi Politik Indonesia Belum Mampu Menjawab Tantangan Ekonomi
istimewa

Jakarta-Medaindonesianews.com: Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, refleksi terhadap perjalanan demokrasi bangsa kembali mencuat. Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Prof Didin, menilai capaian demokrasi politik Indonesia belum memberi dampak berarti bagi perbaikan kondisi ekonomi masyarakat.


Jelang HUT RI ke-80, Prof Didin: Demokrasi Politik Indonesia Belum Mampu Menjawab Tantangan Ekonomi

Menurutnya, sejak era reformasi, Indonesia telah mencatatkan sejumlah kemajuan dalam demokrasi politik, seperti pelaksanaan pemilihan presiden langsung, otonomi daerah, pilkada, hingga pilkada serentak. Namun, capaian tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat.

“Sejatinya demokrasi itu tidak hanya menyangkut politik, tapi juga ekonomi. Sayangnya, pasca reformasi ini, demokrasi politik belum terhubung dengan perbaikan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Prof Didin juga menyoroti kebijakan pembangunan infrastruktur masif di era Presiden Joko Widodo yang dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. “Ekonomi kita masih berada di level mediocre. Pertumbuhan ekonomi pernah menyentuh 6 persen di era SBY, lalu rata-rata 5 persen di era Jokowi, tapi hasilnya terakumulasi pada kelompok kecil, yaitu oligarki bisnis,” jelasnya.


Ia menilai kondisi ini diperparah oleh desain UU Politik dan UU Pemilu yang membuka ruang bagi para pengusaha untuk membiayai kelompok politik. Hubungan transaksional ini, menurutnya, membuat banyak pejabat terjerat kepentingan bisnis dan korupsi. “Oligarki bisnis bekerja sama dengan oligarki politik. Tidak heran jika indeks oligarki kita bisa menjadi yang terburuk,” tegasnya.

Lebih jauh, Prof Didin mengungkapkan bahwa kesenjangan ekonomi kian menganga. Data menunjukkan, jumlah orang miskin masih tinggi, sementara segelintir orang kaya Indonesia justru masuk jajaran terkaya dunia, seperti Low Tuck Kwong, Prayogo Pangestu, serta kakak-beradik Michael dan Budi Hartono.

“Faktanya, kelompok kaya semakin kaya, sementara masyarakat miskin semakin terdesak,” pungkasnya.

Pandangan ini menjadi pengingat bahwa menjelang delapan dekade kemerdekaan, pekerjaan rumah Indonesia bukan hanya menjaga demokrasi politik, tetapi juga memastikan demokrasi ekonomi yang mampu menghadirkan kesejahteraan merata bagi seluruh rakyat. (Ips)


banner
NASIONAL
img
Selasa, 03 November 2026
Kongo - Dalam rangka memperkuat peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian, personel Post Operation Base (POB) Komanda Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO melaksanakan...
img
Selasa, 03 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu, Senin (2/11/2026). Satgas...
img
Selasa, 03 November 2026
Kalimantan - TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 8,4 ton garam (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...
img
Senin, 02 November 2026
Sentul - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan secara daring kepada 1.311 personel penyuluh dari Pasis Sesko TNI,...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dari Mayjen TNI Suhardi kepada Mayjen TNI...

MEDIA INDONESIA NEWS