bendera

Kamis, 03 September 2026    03:26 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

ADVERTORIAL
 


Pengusaha Dukung Pemerintah Naikkan Tarif PPh dan Batasi Impor Barang Konsumsi


Ali Abdullah,    29 Agustus 2018,    14:40 WIB

Pengusaha Dukung Pemerintah Naikkan Tarif PPh dan Batasi Impor Barang Konsumsi

Jakarta - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendukung penuh upaya pemerintah dalam membatasi impor dengan menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) impor atas 900 komoditas.


Ketua Kadin Rosan P Roeslani berharap kebijakan tersebut bisa meningkatkan produktivitas industri nasional ke depan. Namun, ia menekankan pembatasan impor sebaiknya tak dilakukan pada bahan baku yang masih dibutuhkan untuk kegiatan produksi industri.

"Jadi harapannya diberlakukan pada barang konsumsi saja, itu tidak masalah," katanya, Senin (27/8).

Ia pun berharap kebijakan pembatasan impor tersebut juga dapat membantu pemerintah mencapai tujuan utamanya, yakni mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan. Dengan defisit transaksi berjalan yang terkendali, rupiah juga diharapkan dapat bergerak lebih stabil.


"Ini diharapkan bisa membantu mengurangi defisit transaksi berjalan," katanya.

Pemerintah sebelumnya mengaku bakal membatasi impor untuk mengatasi masalah defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Mereka tengah mengkaji 900 komoditas yang impornya akan dibatasi.

Komoditas yang masuk radar pembatasan impor antara lain; beras, gula, garam, produk hortikultura, hewan dan produk hewan hingga produk kemasan kedap udara.

Produk lain yang juga masuk dalam radar; minyak dan gas, tabung gas tiga kilogram, kaca lembaran, besi dan baja, semen, bahan baku plastik, minuman beralkohol hingga telepon seluler.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa rilis resmi mengenai produk yang akan dibatasi impornya tersebut akan keluar September nanti.

Selain kebijakan tersebut, agar pemerintah juga akan menerapkan kebijakan pencampuran biodiesel pada BBM guna membantu mengatasi defisit perdagangan tersebut.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS