bendera

Kamis, 03 September 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

ADVERTORIAL
 


Indonesia Akan Ekspor Tomat Hitam Desa Getasan ke Dubai


dee maz,    27 Juni 2020,    20:39 WIB

Indonesia Akan Ekspor Tomat Hitam Desa Getasan ke Dubai

MINews - Getasan : Kementerian Pertanian akan memfasilitasi ekspor komoditas tomat hitam (solanum lycopersicum) hasil budidaya kelompok tani “Citra Muda” Dusun Sidomukti, Desa Kopeng Getasan, ke Dubai Uni Emirat Arab.


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, permintaan pasar di sana belum bisa dipenuhi petani di tanah air. “Kementan akan membantu ekspor ke sana karena permintaannya unlimited,” katanya usai melakukan panen tomat hitam dan kale (borecole) di lahan Kelomtan “Citra Muda” Getasan, Sabtu (27/6/2020) siang.

Panen sayuran organik itu juga diikuti anggota komisi 4 DPR RI Luluk Nurhamidah, Senator DPD asal Jawa Tengah Denty Eka WP, para dirjen Kementan, Bupati Semarang H Mundjirin dan pejabat lainnya.

Mentan menambahkan Kelomtan “Citra Muda” ini membuktikan sektor pertanian mampu bertahan di tengah krisis ekonomi saat pandemi virus corona kali ini. “Mereka bisa mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp350 juta per bulan. Ini bukti bahwa pertanian bisa jadi alternatif pendapatan,” katanya kagum.


Syahrul bahkan meminta Dirjen PSP untuk membuat duplikasi program kerja Kelomtan “Citra Muda” di dua tempat untuk meningkatkan mutu dan jumlah produksi sayuran organik. Rencananya program kerja itu akan dilaksanakan di Sumatra Utara dan satu di wilayah Indonesia Timur.

Bupati Semarang H Mundjirin saat sambutan selamat datang menjelaskan potensi pertanian organik di wilayahnya sangat besar. “Permintaan sayuran organik terus meningkat. Tidak hanya untuk pasar-pasar lokal namun juga untuk ekspor,” ujarnya.

Ketua Kelomtan “Citra Muda” Shofyan Adi Cahyono saat ditemui di sela-sela acara menjelaskan setiap bulan kelompoknya dapat memanen 15 ton sayuran organik aneka jenis.

Selain daun kale curly, dia dan sekitar dua puluh orang temannya juga menanam slada merah, slada hijau, lettuce, tomat, cabai juga kol ungu. Total ada 20 jenis sayuran organik yang ditanam di lahan seluas sepuluh hektar.

“Alhamdulillah, selama dua bulan di awal masa pandemi, pemasaran kami meningkat hingga 300 persen,” akunya bangga.

Ditambahkan, penjualan komoditas berlabel “Sayur Organik Merbabu” ini dilakukan online. Tersedia akun Instagram @sayurorganikmerbabu dan diantar langsung ke pemesan. Seluruh produk telah mendapatkan sertifikasi dari organik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

“Penjualan sayur organik menjangkau seluruh kota besar di Jawa dan Kalimantan,” terangnya.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS