bendera

Kamis, 03 September 2026    05:09 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

ADVERTORIAL
 


KKP Jajaki Kerja Sama dengan Bukalapak Pasarkan Produk Perikanan Secara Online


dee maz,    04 Februari 2020,    11:03 WIB

KKP Jajaki Kerja Sama dengan Bukalapak Pasarkan Produk Perikanan Secara Online

Jakarta – MINews : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan bekerja sama dengan perusahaan e-commers, Bukalapak, untuk pemasaran produk-produk perikanan secara daring (online).


Hari ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menerima kunjungan Co-Founder Bukalapak, Fajri Rasyid, beserta rombongan di Kantor KKP, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Edhy menjelaskan produk yang dihasilkan nelayan maupun pelaku usaha perikanan dan kelautan di Indonesia sangat beragam. Mulai dari makanan hingga peralatan perikanan berteknologi.

"Ada kuaci ikan, sambal, bahkan sirup mangrove. Sirup ini berdasarkan uji lab, ternyata baik untuk tubuh karena dapat mencegah penuaan," ujar Menteri Edhy di Kantornya, Senin (3/2).


"Ada juga kerajinan dari kulit kerang, mesin pembuat pakan ikan, dan kincir tambak udang," tambahnya kepada rombongan dari Bukalapak.

Menteri Edhy berharap kerja sama antara kementeriannya dengan Bukalapak segera terealisasi. Ia yakin, penjualan online dapat mengurangi panjangnya rantai distribusi sehingga pendapatan nelayan dan pelaku usaha semakin tinggi.

Untuk produk makanan, lanjut Menteri Edhy, rata-rata sudah memiliki sertifikat dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Namun dia tetap memberi keleluasaan kepada Bukalapak dalam menerapkan standar perusahaan terhadap produk perikanan yang nantinya akan dipasarkan.

Sementara itu, Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap e-commers saat ini semakin tinggi. Ini dibuktikan dengan besarnya transaksi dan produk yang dicari semakin beragam. Bila sebelumnya barang elektronik dan fesyen yang menjadi primadona, kini produk makanan juga ramai dicari konsumen.

"Untuk makanan, salah satunya yang ramai peminat adalah produk perikanan, misalnya empek-empek," ujar Fajri -sapaan Fajrin Rasyid-.

Dalam kerja sama antara KKP dan Bukalapak, pihaknya akan berperan sebagai fasilitator sekaligus memberikan arahan ke nelayan dan pelaku usaha binaan KKP, agar produk yang dihasilkan bisa dijual secara online dan menarik perhatian konsumen.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada MoU-nya. Saya optimistis (penjualan produk perikanan) akan semakin besar, dan mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh stakeholder yang terkait dengan KKP," pungkas Fajri.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS